Showing posts with label Sharing. Show all posts

#2 Agar Jadi WorkingMoms yang Tetap Waras

Dokumentasi Pribadi

Suatu hari aku melihat unggahan instastory salah satu teman yang sudah melahirkan sejak 3 bulan yang lalu. Isinya mengatakan bahwa dia RESIGN dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta. Sontak aku kaget, sebab dia sama sekali tidak menujukkan tanda-tanda akan resign sebelumnya. Lalu, karena penasaran aku tanya, alasannya yaitu, "Aku gila, kerja ampir 24 jam, aku mending resign biar tetap waras!" begitu katanya. 

Jauh ke belakang, salah satu mentorku selama bekerja di perusahaan memutuskan resign. Tidak ada pemikiran sama sekali bahwa dia akan resign karena dari segi jarak rumah ke kantor sangat dekat, segi jabatan sudah tinggi, tentunya relate dengan penghasilan, tapi akhirnya dia memutuskan untuk resign. Alasannya? Selain karena memang ingin hidup lebih "tenang" pertimbangan kehamilan dimana nantinya dia ingin fokus merawat anaknya. 

Moms, apakah keputusan tersebut salah? TIDAK! Masing-masing memiliki pilihan dan tentunya sudah paham konsekuensi yang akan diterima. Senior saya berkata, "Paling yang bakal gue berusaha gak terbiasa itu punya duit sendiri, nanti gue bakal tergantung sama laki gue," katanya begitu. 

Aku yakin setiap Moms sudah memikirkan keputusan apakah akan tetap bekerja atau resign setelah cuti melahirkan dengan sangat baik. Pasti Moms juga sudah banyak diskusi dengan orangtua, teman, sahabat bahkan atasan di kantor. Tapi, balik lagi yang paling tahu dan paham apa yang dibutuhkan adalah kita sendiri Moms. 

Lalu, apakah menjadi #Workingmoms adalah beban? Awalnya, bisa jadi iya, karena Moms harus terbiasa dengan rutinitas yang tidak biasa. Tapi, lambat laun Moms akan paham bahwa lelah yang dirasakan ini adalah usaha agar masa depan anak kita terjamin kelak. 

Nah, aku merefleksikan hal ini dengan kondisiku sekarang. Aku tinggal di Depok dan bekerja di Tangerang. Jauh kan? JELAS! Setiap pagi aku mengantarkan anakku terlebih dahulu ke rumah mertua di Pasar Rebo lalu naik bis ke Tangerang, itu sekitar jam 6 pagi. 

Pulangnya aku sampai di pool bis sekitar jam 7 sampai jam setengah 8, aku menjemput anakku terlebih dahulu dan kira-kira sampai di rumah jam 9 malam. Hal tersebut berulang kali setiap hari. Berbeda ketika ada Mamaku datang aku bisa sedikit tenang ketika berangkat kerja karena bisa berangkat jam 06.30 lalu pulangnya bisa langsung ke rumah dan sampai sekitar jam setengah 8. 

LELAH? Iya, tapi ketika pulang dan melihat wajah anakku, rasanya capek itu hilang. Tapi, lihat wajah bapaknya capek lagi hahah becanda ya Moms. Sumpah, ajaibnya ketika melihat anak kita tersenyum lebar rasanya hilang tuh lelah bekerja seharian. 

STRESS engga sih? Iya, ada masanya aku stress karena bingung mau ngerjain apa dulu. Aku nangis sendirian di kamar mandi. Bahkan pernah aku nangis bercucuran air mata sambil cuci piring kotor. Tapi, perlahan aku mencoba mulai menerima rutinitas ini. Apalagi ketika melihat wajah anakku, sebuah semangat selalu muncul setiap harinya, "Pokoknya gue harus kerja keras buat anak gue!". 

Nah, Moms aku punya tips agar jadi #workingmoms yang tetap waras! Yuk check it out!

CAPEK BUND? TARIK NAFAS & ISTIRAHAT YUK!


Menurutku sebenarnya #workingmoms itu masih bisa "waras" selagi lingkungan terdekat mendukung mereka. Karena tak jarang, justru yang membuat #workingmoms got stress itu bukan rutinitas dia sebagai mami & pekerjaannya, tapi karena lingkungan terdekat dia yang tidak bisa memperlakukan dia dengan baik. 

Lingkungan menuntut dia untuk bisa mencuci baju setelah lelah bekerja, lalu dituntut untuk memasak agar suami bisa makan, dan segala macam tuntutan-tuntutan lainnya yang membuat #workingmoms jadi stress sendiri. See, ada hubungannya dengan anak? Justru, anak menjadi penyemangat bagiku loh. Serius! 

Jadi, kalau aku got stress dengan lingkungan terdekatku yang kadang ngeselin banget aku mencoba untuk tarik nafas & istirahat. Istirahat disini aku habiskan dengan main bersama anakku, aku tidak memikirkan cucian kotor, piring berantakan, setrika menggunung, memasak buat suami dan lain-lain. Aku hanya fokus memberikan waktu untuk anakku, sesekali aku memejamkan mata namun tetap berada disamping anakku. Atau bahkan aku memutuskan tidur bersama anakku. 

JANGAN SUNGKAN MINTA TOLONG


Moms, aku pernah merasa sok kuat! Pontang-panting sendirian ngerjain dari A sampai Z, namun pada akhirnya aku menyerah juga. Pernah juga saking capeknya habis kerja & harus langsung beberes rumah aku nangis di dapur. 

Capek Moms? IYA BANGET! Makanya, aku memutuskan untuk bicara pada suamiku, bahwa aku belum bisa kuat untuk mengerjakan semuanya sendiri. Aku jelaskan juga bahwa kita sama-sama bekerja, cari uang, jadi kalau dia pusing & punya beban terhadap pekerjaan, aku pun sama. Sehingga, urusan rumah harus kita kerjakan bersama. 

Perlahan dia mulai ngerti meski aku harus teriak-teriak dulu baru dia bisa gerak. Katanya, dia dulu engga pernah pegang cucian kotor dll, ya kata ku sekarang kamu sudah menikah & wajib bantu istri kamu. Memang agak sulit sih Moms, tapi harusnya suami kita paham juga!

USAHAKAN MINTA  WAKTU "ME TIME"

Meskipun agak sulit, tapi ini wajib kamu minta ya Moms. Kamu berhak menikmati hal yang kamu sukai. Kalau kamu suka menulis, kamu minta waktu beberapa jam ketika di rumah untuk update tulisan di blog kamu. Kalau kamu suka masak, ya masak sekalian buat makan keluarga. Nah, terkadang aku menghabiskan waktu "me time" nya dengan main sama anakku, terus kita tidur bareng deh. Hahaha. 

Nah sekarang itu aku lagi coba untuk buka bisnis baju anak moms, jadi kayak urus-urus stok, packing pesanan jadi hiburan juga buat aku. Tapi, memang sih "me time" nya aku biasanya nulis di blog hehe.


JANGAN LUPA TERUS BERSYUKUR YA!

Terakhir, ini yang engga kalah penting ya Moms. Karena tentunya tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti yang aku dapatkan. Bagaimana pun aku harus tetap bersyukur mengenai apa yang sedang aku perjuangkan. Kini didalam otakku, aku berpikir untuk bekerja keras agar nanti anakku kerja engga keras-keras amat hehe. Pokoknya dia harus bahagia!



Mungkin memang klise ya Moms. Tapi, memang tidak mudah untuk menjadi #workingmoms! Disamping hal-hal yang bisa bikin capek secara fisik, pasti ada juga yang membuat kita capek secara psikis. Tapi percayalah apa yang kita perjuangkan hari ini adalah untuk mempersiapkan masa depan anak kita tercinta. 

Jangan pusing karena pertanyaan, "Gak kasian anaknya?" . Anak kita pasti paham kenapa kita masih harus tetap bekerja. Terakhir, peluk sayang untuk Moms semua. Kalian luar biasa!

Feb, 2021




Rekomendasi Dokter Kandungan di Jakarta Utara


Sumber Gambar : kindpng.com/ Edited : Canva

Aku Hamil!

Iya guys aku hamil, haha, pas aku nulis ini alhamdulillah usia kandungan sudah 33 weeks 6 hari!

Hai guys. Kali ini aku bakal sharing tentang salah satu dokter kandungan di Jakarta Utara. So, buat kalian yang lagi cari-cari rekomendasi dokter kandungan bisa banget buat baca sampai selesai artikel ini!

Jadi, awalnya aku tuh berobat ke RS Premier Jatinegara, waktu itu aku janjian sama dokter Frans Putuhena. Sebenarnya beliau itu enak juga sih, tapi entah kenapa makin kesini aku prefer dengan dokter perempuan, mungkin karena lebih nyaman kali ya. 

Nah, alasan kenapa aku pindah dari RS Premier Jatinegara adalah karena memang biaya cukup mahal, sekali kontrol itu bisa sampai 1 juta, apalagi pas awal-awal (aku lupa pemeriksaan apa aja), tapi yang jelas biayanya sampai 1,6 juta. Selain itu, ke RS Premier juga jaraknya lebih jauh dari apartemenku yang di Pulo Gadung.

Akhirnya, aku cari-cari informasi tentang dokter kandungan di Jakarta Timur yang dekat ke apartemen. Tujuannya ya biar gak jauh-jauh kalau nanti kerasa mules. Awalnya aku coba cari lewat aplikasi alodokter, engga tahu kenapa aku langsung tertuju sama salah satu nama yakni Stella Shirley Mansyur

Coba cari diinternet, tentang dokter tersebut ternyata banyak disebut dan reviewnya bagus oleh banyak orang. Aku coba diskusi dengan suamiku dan kita sepakat untuk mencoba ke dokter Stella yang praktek di RS Mitra Kelapa Gading. 

Pertama kali ke dokter Stella aku excited banget karena ternyata yang ngantri segambreng, rame bener dah sumpah, iseng-iseng ngobrol sehari itu bisa sampai 100 pasien. Makin penasaran dong aku sama dokter ini, karena menurutku engga mungkin kan pasiennya bisa sebanyak ini kalau dokternya biasa aja. 

Tibalah giliranku, pas pertama kali masuk ke dalam ruangan bener aja, dia udah nyapa dengan sapaan hangat dan friendly banget sumpah. Dan ternyata dokter Stella masih muda banget guys, istilahnya dokter untuk milenial deh, sumpah. Nah, waktu itu kebetulan aku USG transavaginal dulu karena kalau engga salah masih 12 minggu. Alhamdulillah hasilnya bagus. 

Setelah USG, dokter Stella menjelaskan pantangan-pantangan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Dia jelasin detail banget dari A sampai Z. Aku dan suami jadi nyaman aja konsultasi dengan beliau. 

Soal harga kayaknya aku enggak share ya, tapi intinya pelayanan yang kita dapat itu setimpal dengan harganya, worth it banget lah!

Sekarang, aku jelasin gimana kalau kalian mau konsultasi ke Dokter Stella ya. 
  • Untuk daftar rawat jalannya kalian bisa lewat aplikasi alodokter atau bisa juga datang langsung ke rumah sakit Mitra Kelapa Gading. Kalau aku pas pertama daftar rawat jalan lewat alodokter. 
  • Kalau daftar rawat jalan sih kayak biasa ya, pasien baru harus isi data dulu lalu kasih KTP dan dapatkan kartu pasien. 
  • Lalu, kita akan diarahkan untuk ambil antrian ke polikliniknya. Ini yang menurutku agak PR, karena pasien dokter Stella itu banyak banget jadi kalau bisa kalian ambil antriannya dari pagi. 
  • Kalau kebagian pas udah di nomor-nomor akhir, mending kalian pulang dulu aja ke rumah (kalau rumahnya deket), nanti bisa telpon ke poliklinik udah antrian ke berapa, kalau udah deket-deket baru berangkat lagi ke rumah sakit. 
Untuk jadwal praktek dokter Stella sebagai berikut :
  • Senin : OFF kecuali ada tindakan lahiran/kuret/emergency
  • Selasa : 14 - 18
  • Rabu : 10 -14
  • Kamis : 10 - 14
  • Jumat : 14 - 18
  • Sabtu : 10 - 15
Itu jadwal pas lagi pandemi kayak gini ya guys. Kalian juga bisa kepo-in IG dokter_stella_spog  karena dia aktif juga di media sosial & suka bagikan tips-tips kesehatan.

Aku rasa cukup sekian dulu ya yang aku share, nanti aku lanjut lagi! Thankyou!

(Sharing) Gimana Rasanya Jadi HEAD di Usia 25 Tahun?


Rasanya? 

Ngeri-ngeri sedap! Itu jawaban yang bisa gue kasih ke kalian. Why? Yang biasanya gue kerja sendiri (artinya belum punya bawahan), tiba-tiba dikasih breg langsung 17 orang untuk gue guidance. Wow! Apalagi coverage 38 area dari mulai Bandung sampai Denpasar. Subhanallah sekal!

Semua berawal ketika gue dipanggil sama Bapak Direktur dan dikasih amanah untuk jadi Head Operational ditempat gue kerja. Perasaannya ya awalnya sih biasa aja, tapi gue udah notice sama diri gue bahwa ini berat loh, dan gue harus memberikan effort lebih karena mengatur orang tidak semudah mengatur benda tak hidup, kan?

Kilas balik karir gue dari pertama kali lulus, gue emang ngejar posisi MT. Why? Gue pernah share alasan kenapa menurut gue jadi MT (Management Trainee) itu worth it banget. Karena dalam 1 tahun lo bakal dapat banyak hal dan jika lo lulus maka lo akan naik level. Kalau gue pas pertama rekrut itu jabatan udah Senior Staff (Fresh Grad padahal haha), nah pas gue lulus MT level gue naik jadi Supervisor. Artinya, gue naik dari Staff ke Supervisor itu dalam waktu 1 tahun.

Sekitar 1 tahun gue kerja sebagai Supervisor di bagian HRD, akhir 2018 gue dapat amanat untuk jadi Head Operasional. Yang bikin gue gak nyangka adalah lead time yang sangat cepat, ya mungkin balik lagi kali ya gue dikasih kesempatan belajar langsung dengan jabatan yang gue punya saat ini.

Nah, gue tentunya gak mau cerita yang manis-manis aja, karena menjadi leader itu sumpah gak mudah coy! Apalagi kalau tim kalian itu memiliki usia yang diatas kalian, tapi satu yang gue pegang gue harus menghormati mereka, ya karena pertama mereka lebih tua usianya dari gue dan juga gue memang bukan tipe-tipe diktator lah, gue mencoba untuk jadi atasan yang wise buat tim gue.

Sombong banget ya? Haha, maaf guys gue bukan mau show up dengan jabatan yang gue miliki sekarang ya. Gue pengen bagiin positif vibes buat kalian yang mungkin lagi depresi, lagi stress, lagi nothing to do mau ngapain sama hidup ini. Nah, makanya gue mau share pengalaman gue gimana rasanya jadi leader di usia 25 tahun.

Banyak banget hambatan yang gue alami ketika guide orang, yang pertama adalah watak setiap orang yang beda-beda, artinya gue harus belajar 17 watak orang. Gila gak? Ya tapi itu harus dilakukan karena masing-masing punya gaya sendiri, kalau gue menyamaratakan semua cara untuk semua orang ya gak bisa, yang ada akan ada blocking dari mereka. Gue coba deketin mereka dengan berbagai cara, yang paling gila sih gue ikutan maen game. Haha.

Oya, gue harus ngasih tahu kalian juga kalau jadi leader itu harus banyak-banyak sabar, why? Jangan baper kalau misalnya tiba-tiba disindir di status WA (ups), emang sih karena gue perempuan mungkin punya emosi yang berbeda, tapi ketika lo jadi leader kayak yaudahlah terserah dulu. Kadang apa yang menjadi asumsi mereka sebenarnya memang bukan kita, tapi ya karena asumsi tersebut mereka memiliki kesimpulan yang tidak-tidak.

Itu cuma sedikit bumbu coy! Jadi, nikmatin aja coba untuk rileks walaupun suami gue sebenarnya udah wanti-wanti karena kalau gue pusing dia juga ikut bingung. Ya belum aja dia bilang, "Mending kamu resign deh," haha.

Ketika jadi leader, gue belajar gimana cara bikin solusi yang jitu berdasarkan analisis, bukan asal jeplak dapat solusi cepet tapi gak jitu. Itu emang salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh leader, jadi problem solver, bukan jadi leader yang bisanya cuma nyalahin doang atau nyuruh doang.

Lagian, gue berpikir juga sih apakah selama gue jadi leader gue udah memberikan kontribusi buat tim gue? Karena apa yang menjadi bagian kita tentu akan dimintain pertanggungjawabannya kelak, bener gak? Terus gue juga pernah bertanya, sebenarnya kapabilitas gue udah mumpuni belum ya? Itulah, Why gue gedek juga sama orang yang ternyata gak tahu cara berpolitik tiba-tiba nyalonin jadi anggota dewan, mbok ya belajar dulu gitu. Inget ya, gue gak larang (siapa gue? haha), tapi mbok ya sebelum terjun banyakin baca buku gitu. Jangan lo naek modal duit doang.

Balik lagi ke gue ya, gimana rasanya jadi leader di usia 25 tahun? Intinya amazing lah. Gue gak nyangka secepat ini dapat jabatan di salah satu perusahaan besar dan ini adalah bagian yang harus gue syukuri. Jadi, buat kalian tetap semangat ya guys! Kita punya kesempatan yang sama untuk jadi lebih baik setiap harinya.

Sekian dulu ya, ntar gue sambung lagi!

Rekomendasi Susu Hamil Anti 'Enek'

Dokumentasi Pribadi
Hallo guys, kali ini aku bakal bahas tentang susu hamil ya. Check it out!

Long time no posting wkwk, kali ini tiba-tiba aku mau share tentang rekomendasi susu hamil yang gak bikin 'enek'.

Btw, iya aku emang lagi hamil sekarang usianya 26 minggu, doain yah semoga semuanya lancar-lancar sampai persalinan. Amin :)

Nah, kali ini aku mau share pengalaman aku minum susu hamil yang menurut aku ini gak kayak susu hamil, bahkan kayak milkshake tau!

Singkat cerita, bulan Oktober itu aku test pack iseng-iseng & ternyata Allah ngasih amanah untuk mengandung seorang anak. Dari sana tentunya aku cari-cari informasi tentang kehamilan plus karena ini kan pertama kali, jadi honestly aku buta banget soal informasi ini.

Sebenarnya dari semua artikel yang aku baca memang ibu hamil itu harus cukup nutrisinya, nah salah satunya bisa kita penuhi dengan minum susu. Oya, ini bukan berarti mengesampingkan makan ya, makan bergizi itu wajib.

Entah kenapa dari awal memang aku kayak notice aja dengan merk ini, bahkan ketika beli susu yang merencanakan kehamilan pun aku belinya merk ini, ya PRENAGEN. Honestly, aku belum pernah coba merk yang lain ya, jadi dari awal emang udah langsung suka sama merk ini.

Nah, prenagen mommy ini ada banyak varian rasanya, pertama kali aku coba yang mocha, tapi sekarang aku minum yang varian lovely strawberry. Sumpah ya, menurut aku ini susu hamil gak kayak susu hamil, tapi lebih kayak milkshake.

Sumber : Dokumentasi Pribadi
Apa aja sih kandungan yang ada dalam prenagen mommy ini? Yuk kita bahas di bawah ini !
  • Tinggi Asam Folat dan Zat Besi
Asam folat berperan untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan janin serta berperan dalam pembentukan sel darah merah. Sementara, zat besi merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.
  • Tinggi Kalsium dan Vitamin D
Kalsium membantu dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Sementara vitamin D dapat membantu penyerapan kalsium. 
  • Omega 3
Manfaat dari omega 3 adalah mengurangi resiko kelahiran prematur.
  • Sumber Serat Pangan (Inulin)
Inulin dapat membantu mempertahankan atau memelihara fungsi saluran pencernaan
  • Tinggi Iodium
Iodium esensial dalam pembentukan hormon tiroid.

Berapa kali ibu hamil dianjurkan minum susu? 

Menurut informasi yang ada dikemasannya, prenagen mommy diminum setiap hari selama masa kehamilan dengan 2 gelas setiap harinya. Caranya, larutkan 3 sendok makan (sekitar 45 gram) prenagen mommy dalam 180 mL air matang hangat dan aduk sampai rata lalu siap untuk diminum.

Oya, sebenarnya prenagen mommy ini tersedia dalam 5 rasa, yaitu velvety chocolate, french vanilla, lovely strawberry, groovy mocha, delicious mung bean.

Nah, itu yang bisa aku share ke kalian ya. Semoga sedikit membantu buat kalian yang masih bingung minum susu apa ketika hamil. Tetap positif dan jaga kesehatan ya calon mamah.

Salam!

Yakin Mau Tinggal di Apartemen? Yuk, Cek Dulu Biaya Apa Aja yang Harus Dikeluarkan!

Sumber : www.pngitem.com
Setelah resepsi pernikahan selesai, tentu yang menjadi perhatian pasangan suami istri baru adalah "Dimana kita akan tinggal?". Eit, tapi sebenernya ada juga yang udah menyiapkan tempat tinggal sebelum pernikahan, jadi pas udah resepsi tinggal menempati saja. 

Ada yang memilih tinggal di Rumah Mertua Indah, kos petakan, rumah kontrakan, dan juga apartemen. Masing-masing punya kelebihan & kekurangannya masing-masing. Nah, karena aku sekarang memilih tinggal di apartemen, aku mau share sebenernya worth it engga sih tinggal di apartemen untuk pasangan yang baru menikah? 

Sebelumnya, aku cerita dulu alasan utama kenapa aku & suami memilih tinggal di apartemen. Alasannya, waktu itu uang yang kita pegang belum mampu untuk kontrak rumah haha. Udah pada tahu kan kontrak rumah di Jakarta berapa? Nah, cari2 lah apartemen yang deket tempat kerja suami & juga jemputan bis aku. Kebetulan aku kerja di Tangerang wkwk. 

Sekarang aku tinggal di salah satu apartemen di Jakarta Timur. Intinya ini apartemen kalau dari segi keamanan oke punya sih, satpamnya juga ramah2. Kalau bicara ruangan ya begitu lah, namanya apartemen pasti di manapun sama, iya engga sih? Mohon maaf dari desa. 

Nah sebenernya apa aja sih biaya yang harus dikeluarkan ketika kita tinggal di apartemen? Yuk kita bahas!

Biaya Sewa

Kalau yang ini jelas sih hal yang utama haha. Ada yang sewa per bulan & juga per tahun. Saran aku sih lebih baik cari yang tahunan karena lebih murah, bedanya bisa hampir 4 - 5 jutaan loh. Tapi balik lagi, kalau kamu hanya perlu stay beberapa bulan, ya lebih baik per bulan aja. Kan saya juga nanti engga kepake. 

Biaya sewa ini tergantung juga ya, engga semua apartemen sama. Kan ada apartemen yang high class, middle class, & juga yang biasa-biasa aja. Nanti juga pilihannya ada yang full furnished, semi furnished, & non furnished. 

Kalau yang full furnished itu udah lengkap perabotannya jadi kita cuma bawa barang aja, kalau yang semi yang setengah-tengah, kalau yang non ya engga ada perabotan alias kosong molongpong haha. Nah, aku ambil yang non furnished ya karena emang sewanya lebih murah juga. Dan memang biar kita bisa nyicil barang-barang rumah tangga. Sejujurnya aku agak risih juga kalau kasur bekas orang itu hahaha.

Selain itu ada jenis studio, 1 bed room, & 2 bed room (yang aku tahu ya). Haha. Ya kalau di apartemen aku itu, aku ambil yang studio. Yang dapur sama tempat tidur nyatu, jadi cuma 1 ruangan gitu aja. Review-nya gimana? Ya kalau misalnya goreng ikan asin  buka aja pintunya yah. Hehe biar kasur engga bau ikan asin.

Deposito

Uang yang kita simpan sebagai jaminan kalau ada kerusakan selama kita pakai apartemen tersebut. Besarannya pasti beda-beda sih, cuma kalau yang aku sekarang itu sebesar Rp.2.000.000 untuk ukuran studio dengan luas 26 meter persergi.

Biaya Maintenance / IPL

Seperti namanya, ini biaya maintenance ya, mungkin definisinya uang buat bayar OB, security, dll di apartemen. Iya kali yah? Haha, Entahlah, kalau di apartemen yang aku tempatin sekarang, biaya maintenancenya itu 25.000 per meter persegi. Jadi tinggal kali luasan kita aja ya. 

Berat engga sih ada biaya maintenance? Kalau aku pribadi berat, tiap bulan harus keluar sekitar 400 ribu untuk biaya ini & ini bayarannya itu engga bisa per bulan, minimal per 3 bulan. Ya kalau kita ngontrak rumah tentu biaya maintenance itu engga ada. Jadi kalian bisa pikir-pikir ya. Worth it atau engga?

Biaya Parkir

Ini biaya yang sebenarnya kalau kita ngontrak rumah yang udah ada garasinya engga perlu keluar. Tapi kalau di apartemen kita kena tuh yang namanya biaya parkir. Kalau aku kena 300 ribu per bulan. Mahal juga ya? Iya bener. Jadi per bulannya tuh harus nyiapin budget ekstra untuk yang kayak gini. 

Biaya Listrik & Air

Kalau listrik & air sih memang sesuai pemakaian, tapi biaya listrik di apartemen sama di rumah biasa itu beda. Katanya karena kalau di apartemen itu engga dapat subsidi makanya lebih mahal, ditambah biayanya itu engga hanya ruangan kita aja, tapi juga kayak fasilitas umum yang ada di apartemen tersebut. Kayak lorong, lobby, parkir, dll. Ini mungkin kali yah, karena gue juga belum cek. 

Biaya ini juga yang bikin aku shock tiap bulan karena nominalnya gede juga :( tapi life must go on guys. Positifnya, kerja keras ya biar punya uang banyak. 

Intinya kalau kalian mau tinggal di apartemen pastikan dulu memang siap dengan biaya-biaya tersebut ya. Jangan sampai setiap bulan pusing guys haha. Karena jelas akan berbeda ketika kalian tinggal di rumah kontrakan atau kos-kosan. 

Nah, itu yang bisa aku share. Mau tinggal dimanapun sebenarnya balik lagi ke masing-masing ya, ada banyak pertimbangan tentunya hingga keluar satu keputusan. Semoga kita semua dimampukan untuk punya rumah sendiri ya. 

Thanks guys!