Showing posts with label BLOG COMPETITION. Show all posts

Ketika Bali Menjadi Resolusi Travellingku di 2019 bersama RedDoorz

https://www.instagram.com/reddoorzid/
Apa? Bali? Jadi resolusi travelling 2019? Serius? 

Bali tidak hanya menarik perhatian masyarakat Indonesia, tetapi juga ratusan ribu turis mancanegara setiap tahunnya mengunjungi Bali untuk sekadar berlibur. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, Bali merupakan destinasi wajib untuk melepas lelah, tak jarang ada yang setiap bulan ke Bali hanya untuk liburan. 

Ketika aku memutuskan Bali sebagai resolusi travellingku di tahun 2019, mungkin kebanyakan orang akan bertanya? Serius? Cari yang lain yang lebih jauh seperti, Maldives, Thailand, atau Eropa. Tapi, serius aku benar-benar ingin liburan ke Bali karena aku memang belum pernah ke Bali. Katro kan? Haha.

http://balibabyhire.com
Banyak alasan yang menyebabkan mengapa aku belum juga berlibur ke Bali. Dua diantaranya adalah belum ada anggaran dana untuk liburan dan juga belum ada waktu yang pas. Untuk keinginanku yang lain saja aku benar-benar selektif untuk mengeluarkan uang. Sampai pertengahan tahun ini, aku masih keras menabung untuk biaya pernikahanku nanti. Aku sangat tidak ingin banyak merepotkan orangtua perihal biaya pernikahan.

Soal waktu, sebenarnya aku bisa saja mengajukan cuti karena jatah cutiku belum kupakai. Namun, kembali ke alasan pertama yakni belum ada dana membuat waktu luang yang ada pun tidak menjadi solusi, toh ke Bali kan butuh ongkos yang tidak murah. Mulai dari tiket pesawat sampai penginapan. Aku pernah mengikuti blog competition yang hadiahnya ke Bali, tapi tidak dapat juara. Ya, mungkin memang belum waktunya aja aku pergi ke Bali. 

Namun, ternyata seharusnya aku tidak perlu khawatir karena ada RedDoorz yang bisa dijadikan solusi ketika aku akan travelling ke Bali nanti. Setelah aku cek diwebsitenya, ternyata RedDoorz sudah menjangkau kawasan-kawasan wisata di Bali yang pas dengan tujuan destinasi wisata yang ingin aku kunjungi di Bali. Hore! Harapan segar untukku. Doakan saja, semoga Agustus nanti aku bisa ke Bali ya.

https://www.instagram.com/reddoorzid/
Dalam melakukan travelling tentunya yang aku idam-idamkan adalah kenyamanan, rileks, dan juga bahagia. Aku bekerja dari hari senin sampai jumat, rasanya sangat jenuh sekali. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin aku menjadi tidak fokus dalam bekerja. Sehingga, aku pasti membutuhkan liburan. Dan liburan yang aku harapkan adalah liburan yang membuat pikiranku kembali fresh. 

Nah, kenapa sih aku memutuskan akan menginap di RedDoorz kalau berlibur ke Bali? 

Murah

https://pixelprivacy.com/vpn/cheap/
Ini adalah hal pertama yang menjadi poin perhatianku. Budget yang pas-pasan tapi keinginan ingin liburan memang membuat pusing. Jadi, aku harus pintar mengatur alokasi keuanganku ketika berlibur. Mulai dari mencari tiket pesawat promo sampai mencari tempat penginapan murah. Tapi, bukan berarti murah dengan kondisi penginapan yang tidak bersih ya karena aku juga butuh kenyamanan ketika berlibur. Nah, beruntung banget RedDoorz punya kedua hal itu.

Bersih

https://www.instagram.com/reddoorzid/
Ketika memilih tempat menginap, perhatian keduaku adalah kebersihan tempat tersebut. Baik tempat tidur maupun kamar mandi ya. Alasannya, aku liburan untuk mendapatkan kenyamanan, jadi mencari penginapan yang menjadikan kebersihan sebagai motonya cocok dengan tipe penginapan yang aku cari. Bayangkan jika kita menginap ditempat yang kotor, bukannya kenyamanan yang didapat tapi malah risih dan ingin cepat pulang sehingga tidak menikmati waktu liburannya. 

Peralatan Mandi yang Lengkap

Sumber gambar : https://www.expedia.co.id

Kalian pasti akan senang jika menginap disuatu penginapan yang menyediakan peralatan mandi yang lengkap bukan? Apalagi dengan harga yang sangat murah. Itulah mengapa RedDoorz hadir sebagai solusi bagiku ketika mencari penginapan di Bali nanti. 

Ada 6 guarantee service dari RedDoorz yang harus kalian ketahui, yaitu linen bersih, kamar mandi bersih, perlengkapan mandi, televisi, air mineral dan juga wifi gratis. Gimana? Tertarik kan untuk menginap di RedDoorz?

Sebagai referensi, bagi kalian yang juga baru akan travelling ke Bali, kalian bisa mendapatkan tips dan juga trik selama travelling disini. Ada juga info seputar tempat-tempat wisata keren yang bisa jadi referensi kalian untuk melepas penat kalian karena sibuk bekerja disini

Buat kalian yang akan pergi ke Bali dihari nyepi, aku punya informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan yang bisa kalian dapatkan disini. Nah, sebenarnya destinasi wisata apa saja sih yang ingin aku kunjungi ketika travelling di Bali? 

Kawasan Wisata Sanur

http://www.jalanjajanmurah.com
Terletak di sebalah timur kota Denpasar, kawasan wisata Sanur menjadi salah satu destinasi wisata yang ingin aku kunjungi. Jika bicara soal pantai, maka memang Bali adalah surganya. Tapi, pantai -pantai di Sanur memikat perhatianku karena disana menjadi lokasi terbaik untuk melihat matahari terbit. Selain itu, kawasan pantai di Sanur arusnya cukup tenang dan juga dangkal. 

Pura Luhur Uluwatu

https://1818balitour.com
Siapa yang tidak tahu tentang pura luhur uluwatu? Pura yang berada diatasa tebing setinggi 97 meter ini menjadi lokasi yang menarik untuk menenangkan pikiran ketika di Bali. Selain itu, ditempat ini setiap harinya ada pagelaran tari kecak selama 1 jam dari jam 17.00 - 18.00. Nah, ini yang membuatku ingin ke Pura Luhur Uluwatu, karena aku ingin melihat pegelaran tari kecak yang menurut orang-orang yang pernah kesana pagelaran tersebut sangat indah. 

Kawasan Wisata Bedugul

https://www.rentalmobilbali.net

Kata temanku yang pernah ke Bali, ketika ke Bali aku harus mampir ke kawasan wisata Bedugul. Udaranya sejuk seperti di puncak dan disini ada pura yang bernama Pura Ulun Dani Bratan yang ada diuang kertas 50 ribu loh. Keren kan? 

Pantai Kuta

https://www.1001wisata.com
Rasanya kurang afdol kalau ke Bali tidak pergi ke Pantai Kuta, bener kan? Pantai Kuta merupakan lokasi terbaik untuk melihat matahari terbenam. Di kawasan Kuta juga kita bisa belanja untuk oleh-oleh keluarga di rumah. 

Nah, itulah 4 destinasi di Bali yang ingin sekali aku kunjungi. Harapanku setelah berlibur ke Bali nanti aku bisa semakin bangga dengan kekayaan wisata di Indonesia. Selain itu, melakukan travelling menjadi sumber data bagiku dalam menulis. Kebetulan aku memiliki hobi menulis, sehingga aku bisa membagikan pengalamanku selama travelling di Bali kepada orang lain lewat blog ku. Nah, semoga saja rencanaku tahun ini untuk pergi ke Bali bisa terwujud ya.

DECORA.ID Resolusi Bisnisku di Tahun 2019


Edited by Via Mardiana
Rasa bosan ketika bekerja menyebabkan aku terlalu sering melamun. Menulis diblog sering aku lakukan agar aku tidak benar-benar kehilangan waktu untuk diriku sendiri. Meskipun aku bukan penganut paham karyawan harus lembur setiap harinya, aku merasakan waktuku terlalu banyak dilakukan untuk berpikir mengenai pekerjaan di kantor. Sedangkan, aku lupa untuk mewujudkan keinginan-keinginanku yang lain selain menjadi karyawan swasta teladan.

"Life is too short to be working for someone else's dream" - Anonim

Kalimat di atas merupakan kalimat yang sakti bagiku. Sebab, kalimat tersebut aku temukan secara tidak sengaja ketika sedang mencari artikel bagaimana menumbuhkan semangat dalam bekerja. Aku lupa sebenarnya apa yang aku cari selama ini. Banyak keinginan yang belum sempat aku perjuangkan lagi sebab ketika sampai di kosan aku sudah lelah dan langsung tertidur. 

Sampai pada akhirnya aku memutuskan, aku harus memiliki mainan baru. Maksud dari mainan disini adalah sesuatu yang bisa aku lakukan agar aku tidak hanya terfokus hidup hanya sebagai karyawan swasta disebuah perusahaan. Tetapi juga sebagai individu yang sedang belajar dan berkembang dengan pengetahun baru setiap harinya. 

"Aku ingin memiliki bisnis!" kataku. 

Bagiku memiliki sebuah bisnis bukan hanya sekadar mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan. Lebih jauh soal uang, aku pikir memiliki suatu bisnis adalah suatu kesempatan agar kita tetap memiliki waktu untuk membangun kehidupan kita sendiri. Toh, pada akhirnya perkara uang bisa jadi soal belakangan. Tapi, perihal kedamaian hati terkadang juga menjadi hal yang paling dicari. 

Aku tidak pernah mengatakan bahwa menjadi karyawan swasta adalah sebuah beban. Tetapi, aku berpendapat bahwa kita harus memiliki hal lain yang bisa dianggap sebagai hiburan. Jadi, menurutku memiliki sebuah bisnis adalah hiburan ditengah tekanan yang dirasakan.

Awal tahun 2018 akhirnya aku memutuskan untuk membuat sebuah online shop yang bernama NOKU.ID. NOKU.ID merupakan online shop yang fokus menjual kerudung. Modal utama saat itu hanya 1 juta rupiah. Itupun hasil patungan dengan tunanganku. Tujuanku mulai merintis bisnis kerudung dengan nama NOKU.ID bisa dibilang bermodal nekat. Tapi, saat itu aku pikir tidak ada salahnya dicoba, namanya juga usaha. 

Jangan Takut untuk Memulai

Edited by Via Mardiana

“Bang, gimana kalau kita buka usaha?” tanyaku waktu itu.
“Boleh,” jawabnya.
“Tapi, aku perlu modal. Nah, aku Cuma punya 500 ribu. Kamu mau nambahin?”
“Aku tambahin 500 ribu yah,”.

Keesokan harinya aku langsung pergi ke tanah abang untuk mencari kerudung untuk dijual. Saat itu, aku tidak tahu pedagang mana di tanah abang yang bisa memberikan harga murah. Beberapa toko aku datangi dengan tujuan untuk membandingkan harga dan ternyata tidak jauh beda karena aku hanya membeli sedikit. Tapi, tak mengapa, intinya aku akan coba untuk membeli beberapa kerudung yang nantinya akan aku jual kembali.

Jam 12 siang, saat sedang panas-panasnya aku pulang ke kosan. Saking semangatnya, aku langsung membuka kerudung-kerudung tersebut dan memotonya. Setelah aku poto, aku langsung upload di instagram. Aku juga menawarkan kepada teman-teman dekat. Setiap harinya aku memposting produk diinstagram dan juga distatus whatsapp. Tidak disangka, hanya dalam waktu 3 hari aku bisa menjual 50 kerudung. Penjualan yang cukup fantastis di awal membuka bisnis.

Pelajari Pasar, Gaet Konsumen Sebanyak Mungkin dan Ciptakan Peluang

Edited by Via Mardiana
Meskipun berbekal nekat dalam memulai sebuah bisnis kita juga harus mempelajari teori dasar dalam memulai bisnis itu sendiri. Aku biasanya menonton video di youtube tentang bagaimana seorang pengusaha memulai sebuah bisnisnya. Dari mulai riset produk, target pasar, dan juga perhitungan profit. Menentukan target pasar adalah hal utama yang harus diperhatikan. Dengan hal tersebut kita tahu akan dipasarkan kepada siapa produk kita. 

Untuk produk kerudung sendiri tentunya target pasar adalah perempuan. Aku menargetkan perempuan usia 17 tahun - 50 tahun sebagai target pemasaran kerudungku. Mungkin untuk usia dari 17 tahun - 35 tahun kita bisa menjangkaunya dengan promosi diinstagram, sedangkan untuk 35 tahun keatas aku menjual ke teman-teman ibuku di rumah. Hal ini ternyata cukup jitu karena ternyata permintaan terbesar adalah hasil dari teman-teman ibuku.

Semakin banyaknya permintaan akhirnya aku menambah modal. Dari keuntungan tersebut aku berhasil membeli sebuah lemari untuk menyimpan kerudung dan juga sekarang membuka store offline di Subang. Meskipun kecil tapi setidaknya store tersebut dibangun dari hasil jerih payahku merintis bisnis kerudung. 

Kini NOKU.ID sudah bisa menghasilkan keuntungan  1 sampai 2 juta dalam sebulan. Meskipun sedikit, tapi aku terus mempertahankan NOKU.ID sebagai bisnisku. Kini NOKU.ID tidak hanya menjual kerudung saja, tetapi sudah menjual baju perempuan dan juga mukena. Sebuah terobosan yang terbilang cukup berani, bukan? 

Di tahun yang sama berbekal keisenganku untuk menambah pundi-pundi uang jajan aku merintis usaha reseller tas, namanya TODAY.ID. Aku mencoba mencari supplier tas terpercaya di Bandung. Dan akhirnya aku menemukan apa yang aku cari. Setiap harinya ada saja orderan. Dari satu tas aku memiliki keuntungan 15 ribu rupiah, lumayan untuk makan sekali dalam 1 hari.

Resolusi Bisnis di Tahun 2019

Edited by Via Mardiana
Nah, di tahun 2019 ini aku ingin sekali melakukan ekspansi bisnis dengan menjual barang yang baru, artinya menjual barang yang berbeda dari yang pernah aku jual sebelumnya. Suatu malam, ketika aku sedang ngopi di sebuah kedai kopi di Cempaka Putih, ide itu datang dan menjadi resolusi bisnis di tahun 2019.

Resolusi bisnis tersebut adalah dengan membangun online shop bernama DEKORA.ID dimana online shop tersebut berfokus pada penjualan office & store suplies dan juga furniture & decorations. Artinya, aku akan menjadi pemain baru dalam menjual produk-produk tersebut. Sebuah tantangan yang sepertinya seru untuk aku coba. 

Awalnya memang sedikit ragu, tapi kupikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Toh, aku sudah membuat perencanan perihal rencana bisnisku ini. Intinya, tidak ada yang berbeda dengan apa yang sudah aku lakukan dengan online shop bisnisku sebelumnya, yang berbeda hanyalah produk yang akan dijual.

Perencanaan yang matang tentu akan mudah melihat kondisi-kondisi yang tidak normal. Dengan ada perencanaan maka kita bisa mendeteksi potensi-potensi masalah sekaligus potensi-potensi peluang yang ada. Perencanaanku dalam merintis DECORA.ID adalah sebagai berikut :
  • Mencari distributor yang terpercaya. Karena tujuanku adalah reseller maka aku memutuskan untuk mencari distributor online.
  • Membuat akun instagram sebagai alat untuk menjual produk. Di era yang serba digital bisnis online sudah memiliki tempat sendiri dihati masyarakat. Dengan segala kemudahan yang ada, masyarakat yang cenderung tidak mau ribet sudah banyak yang memilih membeli online daripada offline.
  • Melakukan promosi di media sosial. Promosi adalah sebuah kewajiban jika kita akan memulai sebuah usaha. Tentunya, setiap bisnis yang sekarang banyak muncul ke permukaan dan menjadi terkenal bukan berasal dari bisnis instan.
Adapun alasan mengapa aku ingin sekali ekspansi dengan menjual barang-barang tersebut adalah hasil dari riset yang aku lakukan terhadap beberapa temanku, dimana sekarang orang-orang sudah 'melek' soal estetika. Kini, orang-orang berani merogoh kocek lebih mahal hanya untuk membeli bantal yang berwarna putih karena cat rumahnya minimalis. 

Latar belakang tersebut menjadi alasan kenapa aku ingin memiliki bisnis tersebut. Aku sempat bingung, bagaimana menemukan supplier yang dipercaya untuk mengembangkan online shop yang satu ini. Aku melakukan browsing diinternet dan bertanya kesana kemari perihal supplier tersebut dan menemukan ralali.com

Memanfaatkan Internet Sebagai Sarana Promosi yang Jitu

Edited by Via Mardiana

Tahun 2018, pengguna internet mengalami peningkatan yang luar bisa. Menurut survey yang dilakukan oleh www.teknopreneur.com, bahwa 54,86% dari total populasi masyarakat Indonesia sudah menggunakan internet. Penetrasi penggunaan internet ini menyebabkan banyak perilaku masyarakat yang berubah, salah satunya adalah perubahan belanja offline menjadi online


Perihal kenapa aku lebih memilih berjualan secara online karena cara tersebut merupakan cara yang efektif dalam mempromosikan sebuah produk. Perkembangan teknologi digital benar-benar membuat perubahan terhadap budaya masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli. Orang-orang tidak perlu ke toko untuk membeli sebuah kasur. Mereka tidak perlu panas-panasan, cukup memilih digambar lalu klik pesan, bayar produk dan barang yang dipesan akan segera diantarkan ke rumah. 

Mengenal Ralali.com Lebih Dekat

Edited by Via Mardiana
Awalnya, ralali.com sangat asing ditelinga. Sampai suatu hari aku mencoba untuk mengunjungi websitenya dan melihat berbagai macam produk yang dijual disana. Lalu, pandanganku terfokus pada 2 buah kategori yakni, office & store suplies dan furniture & decorations. Dua kategori yang pas dengan online shop yang akan aku rintis ditahun 2019.

Ralali.com merupakan website yang tepat untuk mendukung bisnis yang akan aku rintis. Sebagai informasi, ralali.com tidak hanya menjual kategori produk yang akan aku jual saja, tetapi berbagai macam produk termasuk produk kecantikan. 

Rarali.com hadir untuk mempermudah orang-orang yang sedang merintis bisnis sepertiku sebagai supplier berbagai macam kebutuhan usaha secara online. Tentunya, supplier yang menjual produknya di ralali.comhttps://www.ralali.com/ merupakan supplier terpercaya yang bisa membantuku untuk mewujudkan resolusi bisnisku di tahun 2019. Jadi sebenarnya sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak memulai bisnis segera karena zaman sekarang bisnis itu gampang

Ketakutan terbesar seorang pedagang adalah tidak laku, tapi kita tidak pernah tahu sebelum kita mencoba. Jika mengandalkan pengalaman orang lain bahwa memulai bisnis itu sangat sulit maka kita tidak akan pernah tahu sampai mana kita bisa berjuang untuk merintisnya. Seperti yang pernah aku bilang, bahwa memiliki sebuah bisnis bukan hanya soal keuntungan, tapi bisnis adalah salah satu hiburan. 


"You can be anything you want to be, just turn yourself into anything you think that you could ever be," - Anonim

Catatan : 
Ilustrasi grafis dibuat di aplikasi Canva. 




Bangga Jadi Bloger karena Jadi Bloger itu Asyik!

Ilustrasi oleh Via Mardiana

Sebenarnya, ini bukanlah blog pertama saya. Saat itu, saya memiliki 2 buah blog. Jika dinilai dari segi eksistensi, tentu blog yang satunya lagi adalah yang lebih eksis dan blog www.viamardiana.com ini merupakan blog nomor dua. Artinya, saya tidak begitu banyak menulis diblog ini. 

Namun, pertengahan 2017 lalu sesuatu terjadi. Saat itu ada tulisan saya yang ternyata membuat seseorang merasa terpojokkan sehingga saya memutuskan untuk beristirahat dari dunia tulis menulis. Disuatu siang, Ibu saya berkata, "Sudah neng, nulis yang aman-aman saja,". Padahal selama ini saya sama sekali menulis yang terlalu aneh, namun maklum saja, perihal masalah korupsi merupakan masalah sensitif dan pemainnya bukanlah rakyat biasa, sehingga ada beberapa orang yang merasa tulisanku tidak perlu dipublikasikan. 

Ada perasaan kesal dan marah. Namun, Ibu saya yang juga seorang penulis meredam ambisi saja. Saya benar-benar tidak menulis untuk waktu yang sangat lama. Rasanya seperti ada yang hilang dalam diri saya. Biasanya saya menulis setelah pulang bekerja, di sebuah kedai kopi. Selama saya berhenti menulis, rasanya benar-benar ada yang kurang. 

Beberapa kali saya mencoba menulis diblog ini, namun seperti ada yang kurang. Saya masih terpikirkan trauma perihal tulisan saya yang ternyata ada yang membencinya. Tulisan sederhana yang sebenarnya tidak memiliki tujuan untuk menjatuhkan siapapun. Namun, ternyata tidak semua orang akan menyukai kita. 

Hingga pada suatu titik saya kembali memutuskan untuk memulai 'hidup' baru sebagai seorang bloger yang tulisannya ringan-ringan saja namun diterima banyak orang. Dalam prosesnya, saya menemukan berbagai kendala, mulai dari rasa malas yang sering menghampiri sampai pikiran mentok entah akan menulis apa. Karena sejujurnya seperti ada tolakan bahwa ini bukanlah 'gaya' saya dalam menuangkan pikiran dalam wujud tulisan. 

Sesuatu membuat saya ingin kembali menjadi seorang bloger. Saya ingin menginspirasi orang-orang dengan tulisan saya diblog, saya ingin menyebar virus positif bagi banyak orang ditengah banyaknya virus negatif yang berkeliaran di dunia maya. Salah satu cara untuk berbuat baik adalah menulis hal-hal baik.

Jika bicara soal apa momen spesial di 2018 sebagai bloger bagi saya? Jawabannya adalah ketika saya kembali menulis diblog. Tidak ada penghargaan, tidak ada kompetisi. Sangat sulit untuk kembali bangkit dari keterperukan karena dalam proses vakum tersebut saya merasa ada sesuatu yang hilang. Wajar saja sebab saya menulis sejak kelas 5 SD dari mulai honor menulis hanya 30 ribu rupiah.

Bagi saya menulis adalah kesempatan untuk berbagi. Harapannya memang untuk menginspirasi, tapi tidak semua orang menyukai apa yang kita tulis dan juga tidak semua orang mengerti apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan dalam setiap tulisan. Namun, tekad saya adalah saya harus tetap berbagi, menyebarkan virus positif untuk banyak orang dan salah satu caranya adalah dengan menjadi bloger

Saya bangga menjadi bloger karena membuat saya mendapatkan 4 hal yang mungkin tidak pernah saya temukan jika saya tidak pernah menulis. Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut : 

  • Hiburan
  • Investasi
  • Berbagi kebaikan
  • Harapan 


Ilustrasi oleh Via Mardiana

Sejak bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta,  saya merasa kegiatan menulis saya menjadi hiburan. Ditengah tekanan yang dirasakan dari atasan maupun situasi kerja yang runyam, biasanya sehabis pulang dari kantor saya pergi ke kedai kopi dekat kosan untuk menulis beberapa kalimat yang entah itu saya tulis diblog maupun masih dalam bentuk draft yang saya tulis di microsoft word. 

Ngeblog itu bagi saya adalah hiburan ditengah segala macam problema saya menjadi karyawan swasta. Saya bisa menulis apapun dengan tujuan untuk berbagi kepada banyak orang dan itu membuat saya selalu merasa baikkan dari keadaan sebelumnya. Ada perasaan yang tidak bisa saya jelaskan ketika saya menulis yang ternyata perasaan tersebut membuat saya lebih baik dari sebelumnya. 


Ilustrasi oleh Via Mardiana

Investasi tak melulu soal uang atau properti. Bagi saya, tulisan yang kita buat juga adalah investasi. Soal harga sebenarnya hanya kita yang tahu, sebab hanya penulis yang paham bagaimana perjuangan untuk membuat sebuah tulisan. Ada yang menulis dengan melakukan riset terlebih dahulu, pun ada yang menulis dari pengalaman yang bisa saja itu merupakan pengalaman yang pahit untuk diingat. 

Bagi saya ngeblog itu adalah investasi. Saya bangga menjadi bloger karena saya bisa membuat tulisan yang nantinya akan menjadi investasi bagi saya di masa depan. Sampai saat ini, saya sudah menerbitkan dua buah novel yang tentunya novel tersebut akan menjadi investasi saya di masa depan nanti. 

Mungkin anak cucu saya nanti akan bertanya, "Siapa sih Via Mardiana itu?" dan mereka akan bangga menjawab, "Itu ibuku loh yang menulis novel Eskapisme Air dan Halaman Acak,". Dalam menjadi bloger pun sama, menulis di manapun tetap menjadi investasi penulisnya. 

Ilustrasi oleh Via Mardiana

"Banyak orang sukses di luar sana, tapi sangat sedikit yang mau berbagi."
Saya memang belum mendapatkan semua yang menjadi cita-cita awal saya. Namun, setiap cita-cita yang telah terwujud tetap harus dirayakan. Hal tersebut sebagai apresiasi bagi diri kita sendiri terhadap perjuangan yang sudah kita lakukan setiap harinya. 

Ngeblog itu asyik salah satunya karena saya bisa berbagi. Setiap hal yang menurut saya baik dan layak untuk diinformasikan biasaya akan saya share diblog. Baik itu tentang review sebuah tempat maupun pendapat saya mengenai fenomena-fenomena yang terjadi yang tentunya dikemas dalam tulisan yang ringan sehingga tidak ada pihak yang merasa 'tersakiti'. 


Ilustrasi oleh Via Mardiana

Ngeblog itu adalah harapan. Setelah mengalami situasi yang membuat pikiran berkecamuk antara akan menulis lagi atau tidak nyatanya saya masih menjadikan menulis sebagai harapan dalam hidup saya. Berbagai banyak hal kepada semua orang dan membuat orang lain mendapatkan sesuatu yang berharga dari tulisan yang saya buat adalah harapan saya. 

Ngeblog adalah harapan bagi saya. Harapan untuk terus hidup menjadi manusia 'normal' dalam setiap tekanan kehidupan yang terkadang membuat saya kebingungan untuk mencari hiburan. Ditemani segelas kopi dan juga suasana kedai kopi yang khas adalah perpaduan yang cocok bagi saya untuk membuat tulisan. 

Ilustrasi oleh Via Mardiana

Jadi, momen spesial sebagai bloger di tahun 2018 adalah bagaimana saya bisa bangkit dan kembali menulis. Ditengah waktu yang semakin sulit untuk dibagi antara memikirkan pekerjaan dan juga hobi, bagi saya kebanggan menjadi bloger adalah kita bisa berbagi dan juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dan resolusi saya sebagai bloger di tahun 2019 adalah menjadi narablog yang konsisten. 

Notes : Saya mengecek di KBBI ternyata penulisan yang benar adalah BLOGER bukan BLOGGER.

Jangan Mau Dibungkam, Bicaralah Demi Indonesia



Sumber  : https://bisamandiri.com/blog/2014/09/3-metode-membantu-anak-cerebral-palsy-belajar-bicara/

“Wah, baru tiga bulan jadi kepala desa sudah punya dua mobil baru, rumahnya direnovasi habis-habisan, kebunnya dibenteng tinggi. “

“Wah, baru saja 6 bulan jadi Bupati sudah punya peternakan sapi dikampung .”

“Wah baru saja satu tahun jadi Gubernur, sudah punya kolam renang dipusat kota.”

            Tidak akan maju sebuah negara jika banyak para pejabat negara yang korupsi di dalamnya. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan nyatanya masih saja masuk ke kantong pribadi. Jangankan bicara skala global, mungkin masih banyak dari kita yang mengurusi kepindahan rumah dan pembuatan KTP yang dimintai uang tambahan. Jika tidak memberikan uang tambahan maka proses akan lama, hal ini menjadi celah bagi orang-orang zaman sekarang yang tidak mau ribet dengan urusan seperti itu. 

            Hasil survey Global Corruption Barometer (GCB) yang dilakukan di Indonesia selama kurun waktu 26 April sampai 27 Juni 2016 terhadap 1000 responden yang tersebar di 31 provinsi menyatakan bahwa korupsi masih terjadi disektor layanan publik yang diselenggarakan negara ( http://www.ti.or.id/index.php/press-release/2017/03/07/global-corruption-barometer-2017-indonesia.) Tingkat korupsi dilembaga legislatif kembali menjadi sorotan publik setelah konsisten selama tiga tahun berturut-turut menjadi lembaga dengan tingkat korupsi yang masih tinggi. 
            Transparency Internasional membuat sebuah indicator yang digunakan dalam menilai suatu negara dan kasus korupsi yang ada didalamnya. Skala yang digunakan adalah dengan skor 1-100, dimana semakin besar skor yang didapat, semakin besar pula kemungkinan negara tersebut bersih dari kasus korupsi (http://bisnis.liputan6.com/read/2836949/daftar-negara-paling-korup-se-asia-pasifik-ri-nomor-berapa). Indonesia sendiri berada diposisi 90 dari 176 negara yang disurvey dengan skor 37.

Sumber : https://luarotak.wordpress.com/2017/01/30/peringkat-korupsi-indonesia-di-dunia-2017/

            Jika negara kita masih menjadi lahan empuk bagi para pelaku korupsi, kapan kita akan maju sebagai sebuah negara yang besar? Jangan berharap menjadi macan asia sedangkan dari Gubernur sampai Kepala Desa masih leluasa melakukan korupsi. Akibat korupsi, jutaan masyarakat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan. Banyak orang mengatakan bahwa ‘korupsi sudah mendarah daging di negeri ini’. Sebuah kalimat yang secara tidak sadar membuat citra Indonesia buruk dimata Internasional. 
            Kita tidak asing dengan kasus kematian Johanes Marliem. Beliau adalah saksi kunci dari kasus korupsi E-KTP, sayangnya sebelum membeberkan kesaksiannya kepada Pengadilan, publik Indonesia dibuat gempar dengan ditemukannya Johanes Marliem dalam keadaan tewas bunuh diri. Berbagai spekulasi datang termasuk kabar bahwa Johanes Marliem merasa khawatir dengan statusnya sebagai saksi kasus mega korupsi tersebar dimana-mana. Selain kasus Johanes Marliem, kasus yang menimpa whistle blower di Indonesia dialami oleh aktivis anti korupsi di Palembang. Beliau terkena lemparan aair keras setelah menggelar aksi dugaan korupsi Dana Bansos di depan gedung KPK (http://kabar24.bisnis.com/read/20170302/16/633439/javascript).

Sumber gambar : http://www.portal-islam.id/2017/08/jurnalisme-kpk-kematian-saksi-kunci.html
            Melihat banyaknya ancaman yang diterima oleh para whistleblower menyebabkan banyak masyarakat yang sebenarnya tahu mengenai sebuah kasus korupsi memilih untuk diam dan tidak banyak bicara. Masalahnya, jika dia berani menyuarakan suaranya mengenai kasus korupsi tidak hanya nyawanya saja yang terancam tetapi juga nyawa keluarganya. Hal ini menjadi salah satu penghambat lambatnya penanganan kasus korupsi. 
            Sebenarnya di Indonesia ada sebuah lembaga yang melindungi para whistleblower. Lembaga tersebut adalah Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK merupakan lembaga mandiri yang bertanggung jawab memberikan bantuan perlindungan terhadap saksi atau korban sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, LPSK juga berkewajiban menyiapkan, menentukan dan memberikan informasi yang bersangkutan kepada publik. (https://www.lpsk.go.id/statis/info_publik/tentang).
            Jadi sebenarnya, masyarakat Indonesia tidak perlu takut jika akan melaporkan sebuah tindakan korupsi yang dilakukan  para pejabat karena LPSK akan melindungi kita sebagai saksi. Jadi, marilah bicara. Jika tidak ada yang berani bersuara, bagaimana negeri ini akan terbebas dari kasus korupsi? Mulailah untuk berani bicara. Ini bukan untuk Indonesia hari ini tetapi untuk kelangsungan kehidupan anak cucu kita kelak. Jika menemukan keganjalan, baik kasus korupsi atau pun kejahatan lainnya, segeralah bicara. Jangan mau dibungkam oleh ancaman yang datang. Segeralah bicara, demi Indonesia.