Review GoMassage : GoMassage, Solusi Jitu Pesan Tukang Pijat Zaman Now

 
Sumber gambar : gojek.com
“Duh aku sibuk!”
“Duh aku engga ada waktu buat ke salon!”
Dan ‘duh’,’duh’, lainnya seringkali aku katakan kepada diriku sendiri sambil menggerutu. Ingin rasanya punya ‘me time’ untuk memanjakan diri karena sudah sibuk bekerja selama 8 jam setiap harinya, namun apa daya waktu kadang tak berpihak sama sekali. Sampai rumah jam 7 malam sudah dalam kondisi lelah dan memilih untuk segera istirahat. 

Sebenarnya aku bukan tipe orang yang harus pijat setiap minggu, namun ketika kondisi badan benar-benar lelah aku sangat membutuhkan pijatan untuk kembali menyegarkan tubuhku. Apalagi pekerjaanku saat ini yang sering melakukan dinas luar kota, rasanya badan cepat lelah sekali setiap harinya. Senin kunjungan ke Yogyakarta, rabu bisa sudah ada di Surabaya, dan Jumat harus segera ke Bali. 

Dengan latar belakang tersebut aku iseng-iseng untuk coba pesan tukang pijat lewat GoMassage. Sejujurnya, ketika pertama kali pesan terapis dari GoMassage ada perasaan khawatir dalam pikiranku. Takutnya tidak aman, takutnya terapis lama sampai ke rumah, dan juga takut ternyata terapisnya tidak memiliki kapabilitas yang baik sebagai tukang pijat.Tapi, ketakutan itu sirna ketika aku sudah merasakan sendiri layanan GoMassage dari GoLife ini.

Nah, kali ini aku akan membagikan review GoMassage dari GoLife ya. Simak baik-baik yuk siapa tahu bisa menjadi referensi kalian.

Pasti kalian sudah tahu kalau GoMassage adalah layanan pijat professional keluarga on-demand dari GoLife. Layanan ini tentu sangat membantu para pekerja sepertiku yang tidak punya waktu untuk datang ke tukang pijat atau salon.

Cara memesan GoMassage 

  • Install aplikasi GoLife di playstore. Setelah itu daftar dengan menggunakan email dan juga nomor telepon yang aktif ya.
  • Pilih kategori layanan. Nah gambar di bawah ini merupakan layanan dari kategori body rejuvenation ya. Kalian tinggal pilih layanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kalau aku biasanya body massage aja.

  • Pilih jenis kelamin kalian, lalu periode waktu, dan preferensi terapis ya. Pilihan ini tentu sangat membantu pengguna jasa untuk memilih preferensi terapis dan tentunya membuat nyaman. Durasi pemijatan ada 3 macam, yakni 60 menit, 90 menit, dan 120 menit dengan harga yang berbeda masing-masingnya.
  • Kalian akan diarahkan ke menu konfirmasi pesanan dimana kalian harus masukan tanggal pemesanan dan juga lokasi. Pastikan gunakan alamat yang jelas ya untuk mempermudah terapis agar segera sampai ke tempa.
  • Selanjutnya, kalian tinggal klik pesan dan kurang dari 1 jam terapis akan datang ke tempat kalian.
Kalian tidak perlu jauh-jauh mengunjungi tukang pijat kan? Cukup dengan menggunakan smartphone dalam 1 genggaman kalian sudah bisa menikmati layanan pijat di rumah.

Tiga Poin yang Menjadi Poin Penting GoMassage, Kalian Wajib Tahu
  • Layanan Go-Massage dapat dipesan untuk dimanapun.
  • GoLife selalu mengawasi semua kegiatan di dalam aplikasi dan layanan.
  • GoLife menindak tegas semua pelanggaran sesuai hukum dan undang-undang.
Kategori layanan GoMassage, Tidak Hanya Body Massage

  • Service at Event : Layanan GoMassage khusus selama event berlangsung. Jadi, kalau kalian lagi mengadakan sebuah event dan akan ada layanan khusus pijat bagi peserta kalian bisa nih kerja sama dengan GoLife untuk pesan layanan GoMassage.
  • Body Rejuvenation : Pijat relaksasi untuk seluruh anggota keluarga. Ini yang pernah aku lakukan dan hasilnya tidak mengecewakan.
  • Reflexology : Pemijatan titik-titik refleksi untuk menyegarkan badan.
  • Beauty Massage : Kombinasi sempurna antara pemijatan dan perawatan kulit
Review Body Massage dari GoMassage
 
Kali ini aku bakal review layanan body rejuvenation yang body massage ya. Sebenarnya, dalam kategori layanan ini jenisnya macam-macam, seperti body massage dan foot reflexology, body massage dan totok wajah, body massage dan scrub, body massage dan kerokan, kerokan dan light massage, dan yang terbaru express massage. Intinya saranku pesanlah sesuai dengan kebutuhan kalian dan juga waktu yang pas. 

Untuk body massage sendiri ada 3 macam periode waktu, yakni 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Tentunya harga masing-masing periode waktu berbeda ya. Di bawah ini adalah daftar harga untuk masing-masing periode layanan body massage :
 

Selanjutnya, kalian tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan alat-alat pijat ya, karena terapis akan menyiapkan matras, seprai, kain panjang, dan minyak pijat. Bagian pemijatan sendiri meliputi kaki, punggung, tangan, dada atas, leher dan kepala. 

Nama terapis yang waktu itu aku pesan namanya Mawarni Manalu. Orangnya sangat ramah dan kalau menurutku kualitas pijatan dia memang enak. Dia juga sebelumnya bilang kalau pijatannya terlalu keras atau kurang keras tolong dikasih tahu biar dia bisa memberikan pijatan terbaiknya. Selain itu, dia juga memberikan info-info tentang pijat, seperti bagian-bagian yang ternyata bisa menjadi indikator adanya satu penyakit. Aku sih merasa puas dengan pelayanan pijatnya.


Menurutku ada beberapa poin yang harus aku bagikan sama kalian kenapa kalian harus cobain GoMasage.

  • Aman

Ini adalah hal yang sangat penting bagiku. Bayangkan saja, ketika kita datangkan terapis tentu terapis tersebut adalah orang asing yang datang ke rumah kita dan tidak ada jaminan kalau dia tidak akan melakukan kejahatan. Namun, dengan GoMassage ini tentu memberikan jaminan keamanan bagi kita para pengguna jasa agar tidak khawatir ketika memesan layanan GoMassage.
Pihak GoLife sendiri akan menindak tegas orang-orang yang melakukan tindakan criminal. Dengan concern seperti itu tentu akan menjadi pedoman bagi para terapis untuk bekerja secara professional.

  • Cepat

Ini sih tidak bohong. Meskipun dalam aplikasi diinfokan bahwa terapis membutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk sampai di tempat kita, tapi ketika aku pesan tidak sampai 60 menit terapis sudah sampai loh.

  • Ramah

Nah ini sih alasan kenapa aku sangat suka dengan layanan GoMassage ini. Terapis yang datang sangat ramah dan mengajak ngobrol sepanjang dia memijat. Selain itu, dia juga memiliki pengetahuan tentang pijat yang baik itu seperti apa dan tidak pelit untuk memberitahu pengetahuan mereka. Terapis juga bilang kalau untuk jadi mitra dari GoMassage mereka harus ikut dalam training yang disediakan oleh tim GoMassage.

Tentu hal tersebut adalah hal yang sangat penting dan menjadi indikator bahwa GoLife benar-benar memperhatikan siapa saja yang menjadi mitranya dan juga kemampuan mitranya agar tidak mengecewakan customer.

  • Profesional

Awalnya aku ragu juga tentang kualitas terapis ini, tapi hal itu sirna setelah merasakan sendiri pijatan yang dia lakukan. Dia juga bertanya jikalau pijatannya terlalu keras atau kurang bertenaga.

Intinya, aku sangat merekomendasikan layanan GoMassage ini untuk kalian semua khusunya yang tidak memiliki waktu untuk pergi ke tukang pijat. Jadi, jangan khawatir tidak ada ‘me time’ lagi ya, cukup install GoLife dan mulai rasakan kemudahan pesan tukang pijat di zaman now.








Tujuh Tahun Bersama Kompasiana, Terimakasih Karena Aku Makin Sayang Sampai Hari Ini!


Dokumentasi pribadi
Bagiku menulis adalah hiburan, maka sebagaimana orang yang membutuhkan hiburan maka aku tidak akan berhenti untuk menulis - Via Mardiana.
Wow! #11TahunKompasiana menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia dalam menuangkan berbagai macam tulisannya. #11TahunKompasiana memberikan ruang yang terbuka bagi para penulis untuk menciptakan artikel-artikel ciamik yang bermanfaat bagi banyak orang.

Di ulang tahun yang ke 11 ini Kompasiana memberikan kesempatan bagi para penulis setianya untuk menulis di blog pribadinya dengan tema, "Yang Bikin Aku Makin Sayang Sama Kompasiana" dan tentunya aku tidak ingin ketinggalan untuk ikut serta dalam kompetisi ini.

Sama halnya ketika kita menyayangi seseorang, tentu ada alasan kenapa perasaan sayang ini bisa muncul dalam hati kita kepada orang tersebut. Bagiku, mustahil sekali tentang kalimat 'cinta tanpa alasan', aku yakin rasa sayang berangkat dari sedikitnya satu alasan yang membuatnya bertahan untuk terus menanam. 

Selanjutnya, mungkin kita bertanya-tanya mengapa rasa sayang ini selalu ada meski sudah cukup lama. Jawabannya satu, karena memang saling membutuhkan hingga dengan rasa sayang bisa tumbuh kenyamanan dan tidak ingin saling kehilang, benar kan?

Aih, kayaknya terlalu romantis ya, namun percayalah bahwa Kompasiana tak hanya sekadar platform menulis bagiku. Tapi juga sebuah ruang untuk tumbuh setiap harinya, menciptakan artikel-artikel menarik agar semua orang bisa mendapatkan informasi.

Nah, kali ini aku mau ingin membagikan cerita bagaimana aku mengenal Kompasiana, memilih menulis di Kompasiana, dan hal-hal yang membuat aku makin sayang sama Kompasiana.

Awal Mengenal Kompasiana


Kapan tepatnya aku tahu tentang Kompasiana, jujur lupa! Kalau tidak salah dulu aku sedang iseng-iseng cari 'tempat menulis' maksudnya yang aku cari waktu itu adalah 'platform menulis' di google. Ternyata, om google memunculkan Kompasiana dihalaman pertamanya dan saat itu aku coba daftar menggunakan email yang  'alay' ups!

Saat itu kayaknya aku tidak langsung menulis tapi baca-baca artikel orang lain untuk cari inspirasi. Sampai tahun 2012 aku berkesempatan untuk ikut dalam sebuah ekspedisi ke Kepulauan Mentawai dan terbitlah tulisan pertamaku di Kompasiana.

Dokumentasi Pribadi
Tulisan pertama kali aku di Kompasiana berjudul, "Lawalata - IPB Sukses Laksanakan Ekspedisi Siberut 2012" dimana dalam ekspedisi tersebut aku berperan sebagai tim dokumentasi yang bertugas melakukan pengambilan poto kegiatan sampai membuat berita dan juga laporan untuk dilaporkan ke pihak terkait, terutama pihak pemerintah kabupaten dan juga pihak sponsor.

Rasanya ketika tulisan ini ada di Kompasiana dan dilihat banyak orang ada kesenangan tersendiri yang aku rasakan. Intinya saat itu, ketika tulisan publish disebuah media aku merasa bangga meskipun tidak berbayar, karena tujuan utama yang aku inginkan adalah dapat berbagi pengalaman dengan orang banyak.

Aku sempat vakum menulis untuk waktu yang lama karena kesibukan kuliah termasuk di Kompasiana. Namun,  ditahun 2017 aku kembali fokus untuk kembali menulis, menuangkan hasil imajinasi dalam bentuk cerpen atau juga artikel-artikel ringan mengenai problema di zaman sekarang. 

Sudah 7 tahun berlalu dan sampai hari ini aku masih menulis di Kompasiana. Membagikan hasil pikiran, temuan, atau refleksi dari sebuah peristiwa yang aku harapkan bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya.

Pencapaian Bersama Kompasiana


Seperti kita ketahui bersama bahwa Kompasiana selalu memberi kesempatan kepada para penulis untuk ikut serta dalam blog competition. Alhamdulillah, meskipun tidak setiap kali menjadi juara di blog competition yang diadakan oleh Kompasiana, tetapi aku pernah keluar sebagai juara dibeberapa kompetisi.

Di bawah ini adalah tulisanku di Kompasiana yang keluar sebagai juara :
Perasaanku tentu bahagia bukan hanya karena mendapatkan hadiah tetapi juga ada kepuasaan sendiri yang artinya tulisanku dinikmati oleh banyak orang. Setiap kali ada kompetisi yang diadakan aku selalu berusaha untuk ikut, menang atau tidak itu urusan kedua, intinya semakin sering mengikuti kompetisi maka akan ada ilmu baru yang bisa didapat.

 Yang Bikin Aku Makin Sayang Sama Kompasiana


  • Kompasiana Memberikan Ruang yang Terbuka Bagiku untuk Menulis 
Ya betul! Aku bebas menulis apa saja di Kompasiana. Tapi, tetap ya aku memperhatikan aturan yang berlaku. Jangan sampai kita membuat tulisan yang malah tidak memberikan manfaat sama sekali untuk pembaca. Jaringan Kompasiana yang luas dan dapat menjangkau banyak para pembaca menjadikan hal tersebut sebagai alasanku tetap menulis di Kompasiana sampai hari ini. Aku sangat bahagia jika ternyata tulisanku bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang.

  • Kompasiana Memberikan Kesempatan untuk Ikut Lomba 
Kompasiana juga memberikan kesempatan bagi para pembaca maupun penulis setianya untuk ikut serta dalam lomba blog yang ada. Setiap bulannya selalu ada kompetisi yang hadiahnya tidak tanggung-tanggung. Kompasiana terlihat sangat rapi dalam mengadakan lomba blog dan yang keluar sebagai juaranya pun memang tulisan-tulisan yang memiliki kualitas. Buktinya dari sekian banyak lomba blog yang aku ikuti, yang lolos sebagai juara hanya 3 hehe.

Tapi, terlepas dari apapun, kesempatan yang diberikan Kompasiana bagi para penulis adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Ikut lomba dibidang yang disukai adalah sebuah anugerah karena kita bisa memberikan semua kemampuan kita agar bisa memberikan yang terbaik.

  • Kompasiana Memberikan Kesempatan untuk Bertemu Banyak Penulis Bertalenta
Lewat Kompasiana, aku bisa memiliki banyak jaringan penulis di Jakarta dan sampai hari ini masih sering bertemu untuk sekadar diskusi kepenulisan. Lewat jaringan pertemanan yang kukenal di Kompasiana sudah mulai banyak tawaran menulis datang dan tentunya menambah pundi-pundi penghasilanku. Saat ini selain menjadi karyawan swasta aku juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai freelance writer dan aku menikmatinya.

Kompasiana seringkali mengadakan kegiatan yang disebut NANGKRING dan aku lumayan sering ikut acara ini. Selain dapat hadiah dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut juga merupakan ajang mengisi isi kepala dengan bahasan yang berbeda-beda tiap kegiatannya. Ada yang soal financial freedom, asuransi, dan tidak kelewatan tentang kepenulisan. Aku bangga bisa menjadi bagian dari #GueKompasianer loh, serius!

Dokumentasi pribadi
Ah, intinya aku sangat bersyukur bisa mengenal Kompasiana selama 7 tahun ini. Kompasiana tidak hanya sebuah platform bagiku. #11TahunKompasiana semoga aku tetap menjadi #GueKompasianer karena di Kompasiana ini aku bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat sama dalam menulis.
Dokumentasi pribadi
And, terimakasih Kompasiana untuk tahun-tahun yang indah ini. Untuk setiap kesempatan untuk mengembangkan diri dan juga kesempatan menebarkan inspirasi. Percayalah #BeyondBlogging akan selalu dihati.  
Happy birthday, Kompasiana! Kuy #BeyondBlogging karena #11TahunKompasiana belum cukup. 

Peningkatan Konektivitas Transportasi dalam Wujud Pembangunan Infrastruktur untuk Indonesia Maju

Sumber gambar : Dokumentasi pribadi
Tahun 2011 lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke kepulauan Mentawai. Tujuan saya waktu itu adalah untuk melakukan penelitian hewan endemik Mentawai, yakni salah satu spesies primate yang disebut Simakobu yang berada di Siberut Utara, salah satu pulau yang berada di Kepulauan Mentawai. 

Untuk sampai ke Mentawai, saya menggunakan kapal kayu dari pelabuhan Padang dengan menempuh perjalanan selama 18 jam. Saat perjalanan dengan menggunakan kapal kayu tersebut, saya berpikir tentang jarak yang memisahkan antar pulau ini yang jika tidak diperhatikan dengan baik  infrastruktur transportasinya tentu akan jadi masalah besar. Tidak hanya bagi kepulauan Mentawai, tapi juga bagi provinsi Sumatera Barat. 

Sesaat setelah sampai di Mentawai. Sumber : Dokumentasi Pribadi.

Dari cerita yang pernah saya dengar dari warga sekitar, pernah terjadi 1 minggu tidak ada pasokan makanan dikarenakan kapal yang biasa mengangkut bahan makanan dari Padang ke Mentawai tidak bisa melintas akibat badai. Jika kapal tetap melaut bukan hanya bahan makanan yang bisa saja tenggelam karena badai tapi juga bisa membahayakan awak kapal. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat di Kepulauan Mentawai, khususnya di Siberut Utara makan dengan mengandalkan hasil kebun mereka.

Sebagai informasi, pemerintah Kabupaten Mentawai berada di pulau yang berbeda. Untuk sampai disana, saya harus menempuh perjalanan selama 2 jam dengan menggunakan perahu kecil dari Siberut Utara. Sayangnya, hal ini urung dilakukan karena saya mengejar waktu untuk segera sampai di salah satu kampung terpencil di Siberut Utara yang bernama Bojakan, dimana untuk sampai ke Desa Bojakan, saya membutuhkan waktu selama 2,5 jam menggunakan sepeda motor dengan kondisi jalan yang curam. 

Kapal yang digunakan untuk menyebrang. Sumber : Dokumentasi Pribadi.
Dari pengalaman di atas, saya berpikir tentang satu hal krusial yang harus menjadi perhatian pemerintah yakni konektivitas transportasi. Jika kita bicara konektvitas transportasi maka hal terdekat yang harus kita perhatikan adalah infrastruktur transportasi yang ada. Kepulauan Mentawai tentu merupakan bagian kecil dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang luas ini. Lebih jauh jika kita bicara tentang Indonesia yang merupakan negara kepulauan tentu infrastruktur transportasi menjadi hal vital yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Infrastruktur transportasi yang baik akan memudahkan pemerataan suplai barang maupun jasa antar wilayah. Hal ini tentu akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat diseluruh wilayah Indonesia. Untuk sampai ke tahap tersebut tentu pengembangan insfrastruktur transportasi harus menjadi perhatian utama pemerintah selain pengembangan moda transportasi yang sudah ada sekarang meskipun baru di kota-kota besar. 

Sumber : Dokumentasi Pribadi
Pemerintah melalui KementrianPerhubungan telah melakukan aksi nyata untuk meningkatkan infrastruktur transportasi di Indonesia demi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Dalam periode tahun 2014 sampai 2018, Kementerian Perhubungan telah melakukan pembangunan infrastruktur yang berpengaruh besar dalam pemerataan pembangunan di Indonesia. Salah satu yang menjadi kabar bahagia adalah telah dibangunnya 10 bandara baru.

Bandara merupakan infrastruktur transportasi yang sangat penting untuk negara kepulauan seperti Indonesia. Jauhnya jarak antar pulau yang jika ditempuh dengan jalur laut, tentu keberadaan bandara menjadi angin segar bagi transportasi Indonesia. 

Dalam kurun waktu 4 tahun, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sudah membangun 10 bandara baru yang diyakini dapat membantu transportasi masyarakat di kepulauan yang awalnya sulit untuk dijangkau dengan transportasi biasa. 

Di bawah ini adalah 10 bandara baru yang sudah dibangun pemerintah dalam kurun waktu 4 tahun :

  • Bandara Letung, Kepulauan Anambas yang memiliki panjang runway sebesar 1600 m x 30 m dengan kapasitas terminal seluas 600 meter persegi.
  • Bandara Namniwe, Maluku yang memiliki panjang landasan pacu 1600 m x 30 m dengan kapasitas terminal 2 kali lipat dari Bandara Letung, yakni 1242 meter persegi.
  • Bandara Miangas, Sulawesi Utara. Pesawat sejenis ATR-72 diklaim bisa mendarat di bandara ini karena memiliki landasan pacu 1400 m x 30 m.
  • Bandara Morowali, Sulawesi Tengah memiliki landasan pacu seluas 1050 m x 30 m dengan luas terminal 1000 meter persegi.
  • Bandara Werur di Tambrauw, Papua Barat dilengkapi dengan landasan pacu panjang 1400 m x 30 m.
  • Bandara Maratua di Kalimantan Utara.
  • Bandara Koroway Batu di Tanah Mera, Papua.
  • Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
  • Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda,
  • Bandara Tebelian di Sintang Kalimantan Barat.

Tidak hanya infrastruktur transportasi udara saja yang menjadi perhatian Kementerian Perhubungan, diperiode yang sama Kementerian Perhubungan melakukan pembangunan 735, 19 km jalur rel kereta api termasuk rel ganda dan juga reaktivasi. Untuk menunjang hal tersebut Kementerian Perhubungan membangun 45 stasiun dan bangunan operasional baru. Tak hanya itu, Kementerian Perhubungan juga melakukan rehabilitasi terhadap 65 terminal, pembangunan 21 pelabuhan penyebrangan, dan 104 pelabuhan non komersil.
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Pembangunan infrastruktur transportasi di atas adalah wujud nyata pemerintah lewat Kementerian Perhubungan untuk peningkatan konektivitas transportasi di Indonesia. Seringkali kita mendengar kisah bahwa masyarakat yang tinggal di luar pulau Jawa sulit mendapatkan bahan makanan yang layak, pendidikan, dan juga barang-barang seperti pakaian dan yang lainnya.
Dengan adanya konektivitas transportasi ini tentu menjadi angin segar bagi mereka yang ingin mengenyam pendidikan di luar Jawa, yang awalnya tidak ada transportasi atau jikalau ada pun membutuhkan waktu berhari-hari, tapi dengan adanya pembangunan bandara tentu menjadi solusi yang tepat yang bisa dipilih karena bisa mempersingkat waktu perjalanan.
Konektivitas transportasi ini sangat menguntungkan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota. Oleh sebab itu, peningkatan konektivitas dalam wujud pembangunan infrastruktur transportasi akan membantu pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia serta dapat mengurangi kesenjangan eknonomi maupun pendidikan yang ada.
Dengan adanya peningkatan konektivitas transportasi yang diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur transportasi ini diharapkan bisa meningkatkan pemerataan suplai barang dan jasa yang tujuan jangka panjangnya adalah meningkatkan kecepatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan meningkatnya kecepatan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia tentu Indonesia maju bukanlah simbol biasa, tapi sebuah kenyataan hasil dari kerja keras pemerintah lewat Kementerian Perhubungan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. 
Peran serta Kementerian Perhubungan dalam upaya peningkatan konektivitas transportasi ini adalah wujud nyata lembaga pemerintah yang fokus dalam melakukan usaha-usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk dapat mengetahui apa saja informasi perihal transportasi di Indonesia khususnya Kementrian Perhubungan, kalian bisa mengakses alamat di bawah ini : 
Referensi : 
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4266194/jokowi-jk-bangun-10-bandara-baru
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4637985/katanya-kereta-api-makin-diminati-begini-faktanya

https://tirto.id/industri-transportasi-diprediksi-tumbuh-11-persen-pada-2019-djSc

Catatan : 

Infografis dibuat dengan aplikasi canva dengan sumber gambar milik pribadi.