DECORA.ID Resolusi Bisnisku di Tahun 2019


Edited by Via Mardiana
Rasa bosan ketika bekerja menyebabkan aku terlalu sering melamun. Menulis diblog sering aku lakukan agar aku tidak benar-benar kehilangan waktu untuk diriku sendiri. Meskipun aku bukan penganut paham karyawan harus lembur setiap harinya, aku merasakan waktuku terlalu banyak dilakukan untuk berpikir mengenai pekerjaan di kantor. Sedangkan, aku lupa untuk mewujudkan keinginan-keinginanku yang lain selain menjadi karyawan swasta teladan.

"Life is too short to be working for someone else's dream" - Anonim

Kalimat di atas merupakan kalimat yang sakti bagiku. Sebab, kalimat tersebut aku temukan secara tidak sengaja ketika sedang mencari artikel bagaimana menumbuhkan semangat dalam bekerja. Aku lupa sebenarnya apa yang aku cari selama ini. Banyak keinginan yang belum sempat aku perjuangkan lagi sebab ketika sampai di kosan aku sudah lelah dan langsung tertidur. 

Sampai pada akhirnya aku memutuskan, aku harus memiliki mainan baru. Maksud dari mainan disini adalah sesuatu yang bisa aku lakukan agar aku tidak hanya terfokus hidup hanya sebagai karyawan swasta disebuah perusahaan. Tetapi juga sebagai individu yang sedang belajar dan berkembang dengan pengetahun baru setiap harinya. 

"Aku ingin memiliki bisnis!" kataku. 

Bagiku memiliki sebuah bisnis bukan hanya sekadar mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan. Lebih jauh soal uang, aku pikir memiliki suatu bisnis adalah suatu kesempatan agar kita tetap memiliki waktu untuk membangun kehidupan kita sendiri. Toh, pada akhirnya perkara uang bisa jadi soal belakangan. Tapi, perihal kedamaian hati terkadang juga menjadi hal yang paling dicari. 

Aku tidak pernah mengatakan bahwa menjadi karyawan swasta adalah sebuah beban. Tetapi, aku berpendapat bahwa kita harus memiliki hal lain yang bisa dianggap sebagai hiburan. Jadi, menurutku memiliki sebuah bisnis adalah hiburan ditengah tekanan yang dirasakan.

Awal tahun 2018 akhirnya aku memutuskan untuk membuat sebuah online shop yang bernama NOKU.ID. NOKU.ID merupakan online shop yang fokus menjual kerudung. Modal utama saat itu hanya 1 juta rupiah. Itupun hasil patungan dengan tunanganku. Tujuanku mulai merintis bisnis kerudung dengan nama NOKU.ID bisa dibilang bermodal nekat. Tapi, saat itu aku pikir tidak ada salahnya dicoba, namanya juga usaha. 

Jangan Takut untuk Memulai

Edited by Via Mardiana

“Bang, gimana kalau kita buka usaha?” tanyaku waktu itu.
“Boleh,” jawabnya.
“Tapi, aku perlu modal. Nah, aku Cuma punya 500 ribu. Kamu mau nambahin?”
“Aku tambahin 500 ribu yah,”.

Keesokan harinya aku langsung pergi ke tanah abang untuk mencari kerudung untuk dijual. Saat itu, aku tidak tahu pedagang mana di tanah abang yang bisa memberikan harga murah. Beberapa toko aku datangi dengan tujuan untuk membandingkan harga dan ternyata tidak jauh beda karena aku hanya membeli sedikit. Tapi, tak mengapa, intinya aku akan coba untuk membeli beberapa kerudung yang nantinya akan aku jual kembali.

Jam 12 siang, saat sedang panas-panasnya aku pulang ke kosan. Saking semangatnya, aku langsung membuka kerudung-kerudung tersebut dan memotonya. Setelah aku poto, aku langsung upload di instagram. Aku juga menawarkan kepada teman-teman dekat. Setiap harinya aku memposting produk diinstagram dan juga distatus whatsapp. Tidak disangka, hanya dalam waktu 3 hari aku bisa menjual 50 kerudung. Penjualan yang cukup fantastis di awal membuka bisnis.

Pelajari Pasar, Gaet Konsumen Sebanyak Mungkin dan Ciptakan Peluang

Edited by Via Mardiana
Meskipun berbekal nekat dalam memulai sebuah bisnis kita juga harus mempelajari teori dasar dalam memulai bisnis itu sendiri. Aku biasanya menonton video di youtube tentang bagaimana seorang pengusaha memulai sebuah bisnisnya. Dari mulai riset produk, target pasar, dan juga perhitungan profit. Menentukan target pasar adalah hal utama yang harus diperhatikan. Dengan hal tersebut kita tahu akan dipasarkan kepada siapa produk kita. 

Untuk produk kerudung sendiri tentunya target pasar adalah perempuan. Aku menargetkan perempuan usia 17 tahun - 50 tahun sebagai target pemasaran kerudungku. Mungkin untuk usia dari 17 tahun - 35 tahun kita bisa menjangkaunya dengan promosi diinstagram, sedangkan untuk 35 tahun keatas aku menjual ke teman-teman ibuku di rumah. Hal ini ternyata cukup jitu karena ternyata permintaan terbesar adalah hasil dari teman-teman ibuku.

Semakin banyaknya permintaan akhirnya aku menambah modal. Dari keuntungan tersebut aku berhasil membeli sebuah lemari untuk menyimpan kerudung dan juga sekarang membuka store offline di Subang. Meskipun kecil tapi setidaknya store tersebut dibangun dari hasil jerih payahku merintis bisnis kerudung. 

Kini NOKU.ID sudah bisa menghasilkan keuntungan  1 sampai 2 juta dalam sebulan. Meskipun sedikit, tapi aku terus mempertahankan NOKU.ID sebagai bisnisku. Kini NOKU.ID tidak hanya menjual kerudung saja, tetapi sudah menjual baju perempuan dan juga mukena. Sebuah terobosan yang terbilang cukup berani, bukan? 

Di tahun yang sama berbekal keisenganku untuk menambah pundi-pundi uang jajan aku merintis usaha reseller tas, namanya TODAY.ID. Aku mencoba mencari supplier tas terpercaya di Bandung. Dan akhirnya aku menemukan apa yang aku cari. Setiap harinya ada saja orderan. Dari satu tas aku memiliki keuntungan 15 ribu rupiah, lumayan untuk makan sekali dalam 1 hari.

Resolusi Bisnis di Tahun 2019

Edited by Via Mardiana
Nah, di tahun 2019 ini aku ingin sekali melakukan ekspansi bisnis dengan menjual barang yang baru, artinya menjual barang yang berbeda dari yang pernah aku jual sebelumnya. Suatu malam, ketika aku sedang ngopi di sebuah kedai kopi di Cempaka Putih, ide itu datang dan menjadi resolusi bisnis di tahun 2019.

Resolusi bisnis tersebut adalah dengan membangun online shop bernama DEKORA.ID dimana online shop tersebut berfokus pada penjualan office & store suplies dan juga furniture & decorations. Artinya, aku akan menjadi pemain baru dalam menjual produk-produk tersebut. Sebuah tantangan yang sepertinya seru untuk aku coba. 

Awalnya memang sedikit ragu, tapi kupikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Toh, aku sudah membuat perencanan perihal rencana bisnisku ini. Intinya, tidak ada yang berbeda dengan apa yang sudah aku lakukan dengan online shop bisnisku sebelumnya, yang berbeda hanyalah produk yang akan dijual.

Perencanaan yang matang tentu akan mudah melihat kondisi-kondisi yang tidak normal. Dengan ada perencanaan maka kita bisa mendeteksi potensi-potensi masalah sekaligus potensi-potensi peluang yang ada. Perencanaanku dalam merintis DECORA.ID adalah sebagai berikut :
  • Mencari distributor yang terpercaya. Karena tujuanku adalah reseller maka aku memutuskan untuk mencari distributor online.
  • Membuat akun instagram sebagai alat untuk menjual produk. Di era yang serba digital bisnis online sudah memiliki tempat sendiri dihati masyarakat. Dengan segala kemudahan yang ada, masyarakat yang cenderung tidak mau ribet sudah banyak yang memilih membeli online daripada offline.
  • Melakukan promosi di media sosial. Promosi adalah sebuah kewajiban jika kita akan memulai sebuah usaha. Tentunya, setiap bisnis yang sekarang banyak muncul ke permukaan dan menjadi terkenal bukan berasal dari bisnis instan.
Adapun alasan mengapa aku ingin sekali ekspansi dengan menjual barang-barang tersebut adalah hasil dari riset yang aku lakukan terhadap beberapa temanku, dimana sekarang orang-orang sudah 'melek' soal estetika. Kini, orang-orang berani merogoh kocek lebih mahal hanya untuk membeli bantal yang berwarna putih karena cat rumahnya minimalis. 

Latar belakang tersebut menjadi alasan kenapa aku ingin memiliki bisnis tersebut. Aku sempat bingung, bagaimana menemukan supplier yang dipercaya untuk mengembangkan online shop yang satu ini. Aku melakukan browsing diinternet dan bertanya kesana kemari perihal supplier tersebut dan menemukan ralali.com

Memanfaatkan Internet Sebagai Sarana Promosi yang Jitu

Edited by Via Mardiana

Tahun 2018, pengguna internet mengalami peningkatan yang luar bisa. Menurut survey yang dilakukan oleh www.teknopreneur.com, bahwa 54,86% dari total populasi masyarakat Indonesia sudah menggunakan internet. Penetrasi penggunaan internet ini menyebabkan banyak perilaku masyarakat yang berubah, salah satunya adalah perubahan belanja offline menjadi online


Perihal kenapa aku lebih memilih berjualan secara online karena cara tersebut merupakan cara yang efektif dalam mempromosikan sebuah produk. Perkembangan teknologi digital benar-benar membuat perubahan terhadap budaya masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli. Orang-orang tidak perlu ke toko untuk membeli sebuah kasur. Mereka tidak perlu panas-panasan, cukup memilih digambar lalu klik pesan, bayar produk dan barang yang dipesan akan segera diantarkan ke rumah. 

Mengenal Ralali.com Lebih Dekat

Edited by Via Mardiana
Awalnya, ralali.com sangat asing ditelinga. Sampai suatu hari aku mencoba untuk mengunjungi websitenya dan melihat berbagai macam produk yang dijual disana. Lalu, pandanganku terfokus pada 2 buah kategori yakni, office & store suplies dan furniture & decorations. Dua kategori yang pas dengan online shop yang akan aku rintis ditahun 2019.

Ralali.com merupakan website yang tepat untuk mendukung bisnis yang akan aku rintis. Sebagai informasi, ralali.com tidak hanya menjual kategori produk yang akan aku jual saja, tetapi berbagai macam produk termasuk produk kecantikan. 

Rarali.com hadir untuk mempermudah orang-orang yang sedang merintis bisnis sepertiku sebagai supplier berbagai macam kebutuhan usaha secara online. Tentunya, supplier yang menjual produknya di ralali.comhttps://www.ralali.com/ merupakan supplier terpercaya yang bisa membantuku untuk mewujudkan resolusi bisnisku di tahun 2019. Jadi sebenarnya sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak memulai bisnis segera karena zaman sekarang bisnis itu gampang

Ketakutan terbesar seorang pedagang adalah tidak laku, tapi kita tidak pernah tahu sebelum kita mencoba. Jika mengandalkan pengalaman orang lain bahwa memulai bisnis itu sangat sulit maka kita tidak akan pernah tahu sampai mana kita bisa berjuang untuk merintisnya. Seperti yang pernah aku bilang, bahwa memiliki sebuah bisnis bukan hanya soal keuntungan, tapi bisnis adalah salah satu hiburan. 


"You can be anything you want to be, just turn yourself into anything you think that you could ever be," - Anonim

Catatan : 
Ilustrasi grafis dibuat di aplikasi Canva. 




#ReviewVia : Kedai Kopi Abang Rawamangun, Kopi Enak Harga Bersahabat


Dokumentasi pribadi
Haloha guys!

Selama hari minggu malam, eh maksudnya malam senin ya! Artinya besok udah kerja lagi, huah! Ngacung siapa yang males guys? Apa gue sendirian? Hahaha. Tapi, tetep bersyukur ya guys karena hari senin kita hanya tinggal kerja, bukan cari kerja. 

Okey. Kali ini gue bakal review salah satu tempat ngopi yang ada di Rawamangun. Namanya Kedai Kopi ABANG. Gue tahu tempat ini dari Azzam karena katanya sering nongkrong sama temen-temennya disini. Tapi sebelumnya, tahu engga sih kenapa Azzam ngajak gue kesini? Karena, mmm, kasih tahu engga ya? Haha! Jawabannya biar bisa ngopi tapi tetep HEMAT! Maklum ya guys. 

Nah, Kedai Kopi ABANG ini alamatnya di Jl Tawes (Depan Portal Nilam), Rawamangun. Lokasinya memang disebuah gang guys. Jadi emang kreatif banget yang punya bisa manfaatin lahan kosong termasuk gang masuk gitu guys!

Nah, awalnya sih gue agak ragu ya takutnya kayak kopi-kopi yang abal-abal gitu tapi ternyata gue salah. Kebetulan saat itu gue pesen Kopi Abang Gaul, terus Azzam pesen Kopi Abang Jadoel. Dari packagingnya sendiri pakai gelas plastik tanpa label sih guys, tapi ini engga mengurangi nikmatnya kopinya kok. Serius!

Dokumentasi pribadi


Alasan gue pesen Kopi Abang GAUL karena ada susu segar sama gula arennya itu loh. Dan ternyata pilihan gue engga salah sih, lumayan enak juga untuk ukuran kopi seharga 15.000 ya guys! Kalau gue icip-icip punya Azzam emang agak kerasa susu kental manisnya jadi gue kurang suka, gue lebih suka yang pesenan gue. 

Nah, jam operasionalnya sendiri dari jam 4 sore sampai jam 11 malem. Jadi, buat kalian yang ngantor di Rawamangun bisa nih nongkrong disini. Tempatnya emang engga seluas kedai kopi kebanyakan ya. Di bawah ini gue potoin daftar harganya ya. 


Dokumentasi pribadi
Kesimpulannya untuk ukuran harga 15 ribu, lumayan banget ya guys! Jadi, boleh banget dicoba kesana ya. 

#CeritaVia : Di Ruangan Kayak Rame Banget, Padahal Engga Ada Orang!

Ilustrasi oleh Via Mardiana

Bukan ikut-ikutan trend! Tujuan gue adalah berbagi cerita kepada kalian semua pembaca setia blog gue. Engga ada maksud menakut-nakuti karena sampai detik ini pun semua kejadiannya gue anggap sebagai kehaluan gue. Dan gue berharap gue engga sering-sering halu.

Pagi itu seperti biasa gue sampai kantor jam 7-an dan gue ngantuk banget. Tidurlah gue di meja dengan kepala ditutup jaket. Gue sadar ada salah satu temen gue disamping dan gue juga sadar ketika dia pergi dari ruangan tersebut. 

Lalu, tidur lagi gue. Eh, tiba-tiba gue 'merasakan' ruangan rame banget! Kayak lagi banyak orang. Dalam hati oh mungkin orang-orang udah sampai kantor, karena mata gue masih sepet gue engga peduli tuh bodo amat lah gue mau tidur aja, ngantuk banget.

Saking ramenya itu ruangan gue kayak keganggu aja karena gue ngantuk banget. Tapi, gue masih positif thinking aja dan emang engga kepikiran lain-lain jadi gue tidur lagi aja. Tapi, kok semakin rame hingga akhirnya gue terpaksa buka mata meskipun masih berat.

Oh God! Engga ada siapa-siapa di ruangan. Gue diem sebentar sambil mencerna apa yang udah terjadi dan gue masih keukeuh itu gue mimpi kali yah, tapi kok kayak beneran ya. Gue lihat sekeliling lagi dan emang belum ada orang.

Lalu? Gue kembali menutup mata dan bilang dalam hati, "Kalau mau main ya silahkan main asal jangan ganggu,". Seharian gue masih mikir, itu mimpi kali ya? Tapi kok nyata banget sih.



#RefleksiVia : Menjalani Hidup dengan Lebih Bijak Tanpa Menghakimi Masa Lalu

Sumber : https://www.brainyquote.com/topics/future

Sore guys!

Sore ini gue lagi di identic coffee, salah satu tempat yang bisa gue jadikan pelarian kalau gue suntuk seharian di kosan. Kali ini gue pengen share tentang "Menjalani Hidup", ceileh tahu apa ya gue tentang hidup, anak kecil yang baru brojol ke bumi 24 tahun silam jelas tidak ada bandingannya jika dibandingkan dengan orangtua yang usianya 60 tahun. Dari segi pengalaman saja pasti udah kalah telak, kan? Tapi, bukan itu poinnya guys. 

Poin yang pengen gue ambil dari postingan kali ini adalah tentang menjalani hidup ya buat kita semua yang emang usianya masih di bawah 25 tahun. Usia yang rentan apalagi jika ditanya akan hidup seperti apa diusia tua nanti, termasuk gue. Kadang gue galau nanti kalau udah tua gue ngapain ya? Apa gue akan jadi karyawan swasta terus-terusan? Atau gue bakal punya usaha telor ayam yang sukses di kampung? 

Oke guys! Gue bagi dikit tentang apa yang sudah gue dapatkan diusia 24 tahun ini. Kebetulan gue dikasih amanah untuk jadi Head salah satu departemen. Untuk gue yang notabene anak kecil kemarin sore jadi leader memang akan jadi tantangan sendiri, tapi gue inget karena beberapa waktu yang lalu gue pernah doa sama Tuhan pengen pekerjaan yang menantang dan mungkin ini jawaban yang Tuhan kasih ke gue. 

Ada banyak banget hambatan yang gue terima, tapi itu semua kebanyakan bukan dari segi pekerjaan, tetapi dari segi relations gue dengan orang-orang, salah satunya gimana cara gue handle anak buah gue yang notabene lebih tua semua dari gue. Tapi apapun itu, gue sekarang berada disatu titik, "Gue kerja aja dulu yang bener". Ya, bener banget! Gue sedang ada dititik itu!

Intinya gini guys, masa sekarang yang gue hadapi akan jadi masa lalu gue di 10 tahun yang akan datang. Gue engga mau di masa depan nanti malah mengutuk masa lalu gue karena gue tidak melakukan usaha terbaik gue. Meskipun engga ada jaminan tentang masa depan setidaknya gue engga akan terlibat dengan penyesalan yang akan membuat gue jadi manusia yang merasa bersalah udah engga memanfaatkan waktu dulu. 

Selalu ada yang benci guys! Tapi, tugas kita bukanlah untuk menyenangkan mereka. Tugas kita adalah membuat masa sekarang menjadi masa lalu yang bisa dibanggakan di kemudian hari. Gue yakin segala sesuatu yang berawal dari kebaikan maka akan menciptakan kebaikan-kebaikan lainnya. 

Kenapa gue nulis ini? Gue sering banget denger orang yang mengutuk masa lalunya dan tidak menikmati hari ini. Artinya, masa lalu yang menyakitkan ternyata bisa memberikan efek yang sedemikian dahsyatnya untuk kehidupan hari ini. Maka, gue sudah memutuskan untuk menjalani kehidupan masa sekarang dengan sebaik mungkin. 

Seperti yang gue bilang diatas, engga pernah ada jaminan untuk masa depan nanti akan seperti apa, tapi guys tugas kita untuk memberikan usaha terbaik pada setiap zaman yang kita lewati adalah sebuah kewajiban. Gue pun sama, sedang belajar untuk menikmati hidup. Belajar bagaimana berinteraksi dengan manusia yang bermuka dua sampai bermuka 10, tapi itu memang bumbu-bumbu kehidupan.

Gue hanya engga mau nanti dimasa depan gue masih dipusingkan dengan masa lalu, sehingga gue berjanji sama diri gue sendiri untuk selalu memberikan yang terbaik dalam hidup gue, toh ini pun buat gue sendiri juga. Bener engga? 

Hiduplah dengan damai guys! Tak perlu menjatuhkan orang lain agar lo bisa lebih tinggi dari kebanyakan. Tetaplah bersyukur sama Tuhan, karena semua ini adalah titipan Tuhan. Yang namanya titipan suatu saat nanti pasti akan diminta lagi sama yang punya. 

Jika masa lalu kalian kurang begitu baik, maka buatlah masa sekarang dengan kebaikan sebab masa sekarang pun akan jadi masa lalu dikemudian hari. 

Bangga Jadi Bloger karena Jadi Bloger itu Asyik!

Ilustrasi oleh Via Mardiana

Sebenarnya, ini bukanlah blog pertama saya. Saat itu, saya memiliki 2 buah blog. Jika dinilai dari segi eksistensi, tentu blog yang satunya lagi adalah yang lebih eksis dan blog www.viamardiana.com ini merupakan blog nomor dua. Artinya, saya tidak begitu banyak menulis diblog ini. 

Namun, pertengahan 2017 lalu sesuatu terjadi. Saat itu ada tulisan saya yang ternyata membuat seseorang merasa terpojokkan sehingga saya memutuskan untuk beristirahat dari dunia tulis menulis. Disuatu siang, Ibu saya berkata, "Sudah neng, nulis yang aman-aman saja,". Padahal selama ini saya sama sekali menulis yang terlalu aneh, namun maklum saja, perihal masalah korupsi merupakan masalah sensitif dan pemainnya bukanlah rakyat biasa, sehingga ada beberapa orang yang merasa tulisanku tidak perlu dipublikasikan. 

Ada perasaan kesal dan marah. Namun, Ibu saya yang juga seorang penulis meredam ambisi saja. Saya benar-benar tidak menulis untuk waktu yang sangat lama. Rasanya seperti ada yang hilang dalam diri saya. Biasanya saya menulis setelah pulang bekerja, di sebuah kedai kopi. Selama saya berhenti menulis, rasanya benar-benar ada yang kurang. 

Beberapa kali saya mencoba menulis diblog ini, namun seperti ada yang kurang. Saya masih terpikirkan trauma perihal tulisan saya yang ternyata ada yang membencinya. Tulisan sederhana yang sebenarnya tidak memiliki tujuan untuk menjatuhkan siapapun. Namun, ternyata tidak semua orang akan menyukai kita. 

Hingga pada suatu titik saya kembali memutuskan untuk memulai 'hidup' baru sebagai seorang bloger yang tulisannya ringan-ringan saja namun diterima banyak orang. Dalam prosesnya, saya menemukan berbagai kendala, mulai dari rasa malas yang sering menghampiri sampai pikiran mentok entah akan menulis apa. Karena sejujurnya seperti ada tolakan bahwa ini bukanlah 'gaya' saya dalam menuangkan pikiran dalam wujud tulisan. 

Sesuatu membuat saya ingin kembali menjadi seorang bloger. Saya ingin menginspirasi orang-orang dengan tulisan saya diblog, saya ingin menyebar virus positif bagi banyak orang ditengah banyaknya virus negatif yang berkeliaran di dunia maya. Salah satu cara untuk berbuat baik adalah menulis hal-hal baik.

Jika bicara soal apa momen spesial di 2018 sebagai bloger bagi saya? Jawabannya adalah ketika saya kembali menulis diblog. Tidak ada penghargaan, tidak ada kompetisi. Sangat sulit untuk kembali bangkit dari keterperukan karena dalam proses vakum tersebut saya merasa ada sesuatu yang hilang. Wajar saja sebab saya menulis sejak kelas 5 SD dari mulai honor menulis hanya 30 ribu rupiah.

Bagi saya menulis adalah kesempatan untuk berbagi. Harapannya memang untuk menginspirasi, tapi tidak semua orang menyukai apa yang kita tulis dan juga tidak semua orang mengerti apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan dalam setiap tulisan. Namun, tekad saya adalah saya harus tetap berbagi, menyebarkan virus positif untuk banyak orang dan salah satu caranya adalah dengan menjadi bloger

Saya bangga menjadi bloger karena membuat saya mendapatkan 4 hal yang mungkin tidak pernah saya temukan jika saya tidak pernah menulis. Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut : 

  • Hiburan
  • Investasi
  • Berbagi kebaikan
  • Harapan 


Ilustrasi oleh Via Mardiana

Sejak bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta,  saya merasa kegiatan menulis saya menjadi hiburan. Ditengah tekanan yang dirasakan dari atasan maupun situasi kerja yang runyam, biasanya sehabis pulang dari kantor saya pergi ke kedai kopi dekat kosan untuk menulis beberapa kalimat yang entah itu saya tulis diblog maupun masih dalam bentuk draft yang saya tulis di microsoft word. 

Ngeblog itu bagi saya adalah hiburan ditengah segala macam problema saya menjadi karyawan swasta. Saya bisa menulis apapun dengan tujuan untuk berbagi kepada banyak orang dan itu membuat saya selalu merasa baikkan dari keadaan sebelumnya. Ada perasaan yang tidak bisa saya jelaskan ketika saya menulis yang ternyata perasaan tersebut membuat saya lebih baik dari sebelumnya. 


Ilustrasi oleh Via Mardiana

Investasi tak melulu soal uang atau properti. Bagi saya, tulisan yang kita buat juga adalah investasi. Soal harga sebenarnya hanya kita yang tahu, sebab hanya penulis yang paham bagaimana perjuangan untuk membuat sebuah tulisan. Ada yang menulis dengan melakukan riset terlebih dahulu, pun ada yang menulis dari pengalaman yang bisa saja itu merupakan pengalaman yang pahit untuk diingat. 

Bagi saya ngeblog itu adalah investasi. Saya bangga menjadi bloger karena saya bisa membuat tulisan yang nantinya akan menjadi investasi bagi saya di masa depan. Sampai saat ini, saya sudah menerbitkan dua buah novel yang tentunya novel tersebut akan menjadi investasi saya di masa depan nanti. 

Mungkin anak cucu saya nanti akan bertanya, "Siapa sih Via Mardiana itu?" dan mereka akan bangga menjawab, "Itu ibuku loh yang menulis novel Eskapisme Air dan Halaman Acak,". Dalam menjadi bloger pun sama, menulis di manapun tetap menjadi investasi penulisnya. 

Ilustrasi oleh Via Mardiana

"Banyak orang sukses di luar sana, tapi sangat sedikit yang mau berbagi."
Saya memang belum mendapatkan semua yang menjadi cita-cita awal saya. Namun, setiap cita-cita yang telah terwujud tetap harus dirayakan. Hal tersebut sebagai apresiasi bagi diri kita sendiri terhadap perjuangan yang sudah kita lakukan setiap harinya. 

Ngeblog itu asyik salah satunya karena saya bisa berbagi. Setiap hal yang menurut saya baik dan layak untuk diinformasikan biasaya akan saya share diblog. Baik itu tentang review sebuah tempat maupun pendapat saya mengenai fenomena-fenomena yang terjadi yang tentunya dikemas dalam tulisan yang ringan sehingga tidak ada pihak yang merasa 'tersakiti'. 


Ilustrasi oleh Via Mardiana

Ngeblog itu adalah harapan. Setelah mengalami situasi yang membuat pikiran berkecamuk antara akan menulis lagi atau tidak nyatanya saya masih menjadikan menulis sebagai harapan dalam hidup saya. Berbagai banyak hal kepada semua orang dan membuat orang lain mendapatkan sesuatu yang berharga dari tulisan yang saya buat adalah harapan saya. 

Ngeblog adalah harapan bagi saya. Harapan untuk terus hidup menjadi manusia 'normal' dalam setiap tekanan kehidupan yang terkadang membuat saya kebingungan untuk mencari hiburan. Ditemani segelas kopi dan juga suasana kedai kopi yang khas adalah perpaduan yang cocok bagi saya untuk membuat tulisan. 

Ilustrasi oleh Via Mardiana

Jadi, momen spesial sebagai bloger di tahun 2018 adalah bagaimana saya bisa bangkit dan kembali menulis. Ditengah waktu yang semakin sulit untuk dibagi antara memikirkan pekerjaan dan juga hobi, bagi saya kebanggan menjadi bloger adalah kita bisa berbagi dan juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dan resolusi saya sebagai bloger di tahun 2019 adalah menjadi narablog yang konsisten. 

Notes : Saya mengecek di KBBI ternyata penulisan yang benar adalah BLOGER bukan BLOGGER.

#Review : Nyobain Nongkrong di ROPANG OTW Cempaka Putih

Hello guys! 

Kali ini gue bakal review salah satu tempat nongkrong baru yang ada di Cempaka Putih. Nah, biasanya abis balik dari kantor kalau jenuh gue sering keluar lagi dari kosan untuk cari tempat nongkrong. 

Nah, kemarin kebetulan banget gue sama Azzam sepakat buat nyobain ROPANG Cempaka Putih (yaa meskipun awalnya ada drama dulu, ban sepeda motor kempes, eits bukan karena gue yang gendut ya haha). Ketika Azzam cari tukang tambal ban, duluan lah gue ke ROPANG. 

Sumber gambar : https://insta-stalker.com/tag/ropang/
Karena kemarin gue kesananya malem jadi engga bisa poto bagus kenampakan gambar abang brewoknya sehingga gue nyomot poto di google yah, nah udah gue sertakan juga sumbernya. Kemarin itu gue coba lihat-lihat menunya.

Kalau dilihat dari segi menu sih sama aja kayak tempat nongkrong yang lain, mungkin yang bedanya disini mereka jual Bolu Panggang. Karena kurang familiar bagi gue, gue engga pesen tuh Bolu Panggang haha. 

Nih gue share ya menunya apa aja. 

Sumber : https://www.zomato.com/id/jakarta/ropang-otw-cempaka-putih/menu#tabtop


Sumber : https://www.zomato.com/id/jakarta/ropang-otw-cempaka-putih/menu#tabtop
Oya, setelah berpikir cukup lama akhirnya gue pesen cireng bumbu rujak & ropang keju. wkwk, pasti kalian bakal ngira gue pesen apa gitu yah. Sebenernya bingung beneran karena dipikiran gue kayaknya semuanya enak nih. 

Nah, infonya untuk roti, mereka bikin sendiri loh. Kayak gini nih penampakannya : 


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Kalau untuk cirengnya sih menurut gue biasa aja kayak cireng pada umumnya, begitu pun juga bumbu rujaknya. Mirip kayak yang pernah dijual ditoko-toko frozen gitu, rasanya juga biasa aja tapi enak sih lumayan lah apalagi kalau dimakan pas lagi panas-panasnya dicocol sama bumbu rujaknya. 

Nah, kalau buat rotinya gue suka sih. Kenapa? Teksturnya itu terlihat kayak kasar tapi sebenernya empuk dan enak loh. Gue sebenernya bingung juga sih, ROPANG ini maksudnya ROTI PANGGANG tapi engga ada kayak bekas panggang-panggangnya karena pas sampai ke meja udah dingin. Atau mungkin pas bikinnya yah karena dipanggang, karena dipikiran gue roti panggang adalah yang dipanggang ulah. 

Yang gue cobain sih baru makanan itu aja. Kalau menu yang lainnya ya sama aja kayak ditempat yang lain, untuk harganya kalian bisa cek sendiri yah di gambar yang atas. Kalau gue perhatiin tiap lewat cempaka putih raya, ini tempat rame terus. Mungkin karena murah kali yah, tapi engga murahan kok. Tempatnya rapih, serius!

Nah, buat kalian yang mau kesini alamatnya di Jl Cempaka Putih Raya No 20, keliatan kok plangnya yang gede banget pinggir jalan. Mereka buka dari jam 07.00 - 23.00. Jadi kalau kalian bosen nongkrong ditempat yang sama tiap minggunya, bolehlah dicoba ke Ropang OTW ini. 

Thanks guys!