Memaknai Kemerdekaan Di Era Digital dengan Bijak Memanfaatkan Teknologi

Ilustrasi oleh Via Mardiana
"Jangan mengira bahwa dengan berdirinya Negara Indonesia Merdeka perjuangan kita telah berakhir. Tidak! Bahkan saya katakan di dalam Indonesia Merdeka itu perjuangan kita harus berjalan terus. Hanya saja, lain sifatnya dengan perjuangan sekarang. Lain coraknya. Nanti, kita bersama-sama sebagai bangsa yang bersatu padu, berjuang menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Pancasila," kata Bung Karno dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945.

17 Agustus 1945, bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya dengan pembacaan proklamasi oleh Ir. Soekarno. Setiap tarikan tali yang menghantarkan sang saka merah putih berkibar dilangit  membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang paling bahagia hari itu. Bagaimana tidak, perjuangan melawan penjajah Belanda selama 350 tahun dan penjajah Jepang selama 3,5 tahun akhirnya membuahkan hasil, yakni kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. 
 
Namun, seperti yang Bung Karno katakan dengan penuh semangat pada tanggal 1 Juni 1945, kemerdekaan Indonesia bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia selama ini. Kemerdekaan adalah awal untuk mewujudkan cita-cita lain yang lebih baik untuk memajukan negeri ini. Cita-cita yang tentunya membuat Indonesia menjadi negara maju suatu saat nanti.

Namun, 17 Agustus 2018 tidaklah sama dengan 17 Agustus 1945. Definisi kemerdekaan telah jauh berbeda. Kemerdekaan zaman sekarang bukanlah merdeka dari penjajahan tetapi diartikan sebagai sebuah kemandirian dan perilaku yang dewasa dalam memanfaat sesuatu, termasuk dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Artinya, perkembangan teknologi membuat kehidupan masyarakat harusnya menjadi lebih baik.

http://blog.eikontechnology.com/menyikapi-perkembangan-teknologi-di-indonesia-saat-ini
Di era yang serba digital, kemerdekaan bisa didefinisikan sebagai sebuah kedewasaan dalam memanfaatkan zaman. Seperti saat ini, dimana kita mengetahu bahwa zaman sekarang merupakan era digital. Perkembangan teknologi berkembang sangat pesat. Perkembangan teknologi yang ada harusnya bisa membuat kehidupan masyarakat lebih baik. Artinya, teknologi yang ada menjadi solusi untuk mempermudah segala proses dalam kehidupan masyarakat. Salah satu contoh fenomenal mengenai kemerdekaan di era digital adalah hadirnya ojek online di Indonesia. 

Hadirnya ojek online benar-benar membuat masyarakat merasa terbantu. Mereka tidak perlu berjalan terlebih dahulu ke pangkalan ojeg, tapi dengan berbekal handphone yang sudah diinstall aplikasi ojek online kita hanya tinggal menunggu tukang ojeg datang ke rumah kita dan mengantarkan kita ke tempat tujuan. 

Selain itu, perkembangan teknologi menyebabkan informasi yang tersebar dimasyarakat sangat cepat. Sayangnya, informasi yang tersebar belum tentu informasi yang benar dan cenderung merupakan hoax yang bertujuan untuk memprovokasi beberapa pihak agar berselisih dengan pihak lainnya. Tentunya, hal ini bukanlah wujud dari kemerdekaan di era digital saat ini. Jika kita mendefinisikan kemerdekaan diera digital sebagai bentuk kedewasaan tentunya melakukan penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya bukanlah sebuah bentuk kemerdekaan.

https://kumparan.com/intan-puji-lestari1515494428464/pesta-diskon-belanja-online-yang-harus-diingat
Adanya teknologi seharusnya menjadikan kehidupan kita terbantu. Artinya, teknologi bisa mempercepat proses, mempersingkat waktu, membuat hal menjadi lebih efektif dan efisien, tentunya dalam koridor kebaikan. Jika teknologi tidak membuat kehidupan kita sebagai masyarakat menjadi lebih baik, tentunya kemunculan teknologi tersebut harus ditinjau ulang manfaatnya. 

Saat ini, dengan teknologi yang berkembang pesat bisa membuat kita membeli kasur dari rumah. Kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke toko mebel, cukup memilih model kasur di website toko online maka kasur akan diantarkan langsung oleh kurir ke rumah kita. Hal ini tentunya menghemat waktu, sehingga waktu yang awalnya dialokasikan untuk membeli kasur ke toko mebel di pasar bisa kita gunakan untuk melakukan hal bermanfaat lainnya.
http://www.abraseunegocio.com.br/2016/09/3-dicas-para-aumentar-as-vendas-de-sua-empresa-na-era-digital/
Menurut saya, itulah definisi dari merdeka di era digital. Dimana kita dapat memanfaatkan teknologi untuk mempermudah setiap sendi kehidupan kita. Salah satu wujud kemerdekaan yang mempermudah suatu proses adalah hadirnya moladin. Dulu, ketika kita ingin membeli motor, kita harus mendatangi satu per satu dealer terlebih dahulu untuk mencari motor pilihan. Sekarang, kita tidak perlu mengunjungi dealer satu per satu karena moladin hadir sebagai solusi dari kebutuhan kamu yang sedang mencari sepeda motor. 

Moladin adalah sebuah platform yang menyediakan penjualan motor, spare part motor, aksesoris, dan juga lokasi bengkel. Kamu bisa mendapatkan informasi seputar motor dengan berbagai merk di moladin. Tentunya hal ini sangat memudahkan kamu bukan? Tidak hanya soal motor, moladin juga memberikan informasi mengenai lokasi bengkel, jual spare part, dan juga aksesoris untuk motor kamu. 

Nah, kenapa sih harus membeli motor di moladin? Ada tiga alasan, yakni jaminan harga terendah, mudah, serta cepat dan nyaman.  Moladin memberikan jaminan harga termurah dibandingkan website penyedia jual beli motor lainnya. Selanjutnya, alasan yang kedua adalah mudah. Kenapa mudah? Karena kamu bisa melakukan pengajuan secara online. Hal ini tentu sangat membantu orang-orang yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk mengunjungi dealer motor. Lalu, yang terakhir adalah cepat dan nyaman. Kamu bisa membawa pulang motor dan plat nomornya dalam waktu 7 hari, nah cepat bukan?
https://moladin.com/motor
Moladin memberikan proses yang mudah dengan kredit yang murah untuk sepeda motor kamu. Selain itu, moladin juga memberikan banyak informasi mengenai review motor dari para bikers sehingga informasi yang ada pun adalah informasi yang terpercaya. Jadi, jangan ragu untuk mengajukan kredit motor kamu di moladin

Wujud dari kemerdekaan di era digital adalah ketika setiap kebutuhan kita dapat difasilitasi dan dipermudah dengan adanya teknologi. Seperti ketika kamu akan melakukan kredit motor. Nah, mau kredit motor tidak pake ribet? Moladin aja!

Sumber gambar diilustrasi : https://www.hitsss.com/5-keahlian-yang-harus-kamu-kuasai-di-era-digital/




[Review] : Kopi Susu Frapucino Lets #GREETWITHACUP Starbuck

Dokumentasi Pribadi

TODAY!

Gue kembali ngopi di starbuck. Alasannya karena lagi jenuh aja pengen ngerefresh pikiran sejenak (padahal kemarin udah nongkrong di BK tapi engga refresh-refresh haha). Dan sampailah gue di starbuck langganan gue (maksudnya starbuck yang deket sama kosan gue) haha, Starbuck Cempaka Putih. 

Awalnya gue cuma buka laptop dan bingung mau ngapain, sebenarnya kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya tapi masa iya gue harus ngerjain pas lagi ngopi? Kayaknya engga dulu deh. Terus gue ngeliat dan merhatiin orang-orang sekitar, mereka asyik ngobrol sama orang-orang didepannya, lah gue? Duduk sendirian sambil ngadep ke jendela (romantis yang menyedihkan) haha. 

Tapi, gue engga akan bahas tentang gue yang lagi butuh temen atau lagi jenuh. Kali ini gue bakal review dikit soal produk starbuck. Sebelumnya, inget ya gue bukan ahli kopi atau ahli makanan, gue cuma tukang jajan, ya tukang jajan! Haha. 

Beberapa hari yang lalu gue lihat LINE dan ada pesan promosi gitu dari Starbuck yang intinya mereka lagi promosiin Let's #GREETWITHACUP dimana kita bisa beli minuman starbuck dengan harga 29 ribu doang. Cuma, engga semua minuman ya karena cuma ada 4 varian minuman yang ditawarkan dalam promosi tersebut. Adapun variannya, Iced Gosohan Nut Moka, Kawaii Matcha Cream Frapucino, Thai Cold Brew, dan Kopi Susu Frapucino. 

Dokumentasi Pribadi
Nah, waktu pertama kali nyobain promosi ini gue emang tertarik sama yang kopi susu. Alasannya, karena dari ketiga tu gue engga ada yang suka (haha bukan alasan). Intinya, jatuhlah pilihan gue sama kopi susu frapucino. Cuma, pas hari itu gue ngerasa minuman itu manis banget (too much, serius!). Jadi, kayak engga kerasa kopinya karena kebanyakan manis. Nah, hari ini gue coba untuk minta yang less sugar, dan rasanya enak. 

Kenapa enak? Ya rasanya pas aja. Gue emang bukan tukang ngopi yah, gue cuma tukang jajan (keukeuh). Jadi, sebenarnya kalau ditanyain worth it engga? Jawabannya worth it dong. Soalnya waktu itu gue pernah tuh nyobain promo-promo kayak gitu (gue lupa apa yah, intinya gue pesen yang putih gitu dan itu rasanya engga enak ya meskipun sih harganya cuma 25 ribu). Intinya, kopi susu frapucino ini bisa jadi temen kalian kalau lagi jenuh dan engga tahu mau nongkrong dimana. 

Berhubung gue bukan tukang kopi (gue kan udah bilang), gue cuma ngelihat dari kacamata gue aja yah. Gue yakin kok lidah orang kan beda-beda, pasti punya penilaian sendiri. Nah, itulah penilaian gue. Lumayan banget loh kalau kita lagi engga punya uang terus pengen nongkrong dan ngopi, cuma 29 ribu doang! 


Berhenti Menolak dan Mendiamkan Panggilan dari Orang-Orang Terdekat Kita

Sumber gambar : https://www.copyblogger.com/embrace-rejection/
Oke, selamat malam guys. Kali ini gue akan bahas hal yang mungkin agak riskan dan gue yakin pasti ada juga yang engga sependapat sama apa yang gue tulis. Tapi, engga masalah ini yang penting gue akan coba bagi hal positif yang gue miliki.

Gue engga pernah menolak panggilan dari orang-orang terdekat gue. Sebisa mungkin, sesibuk apapun gue, gue selalu angkat apalagi dari keluarga gue. Gue emang udah berkomitmen gue akan selalu angkat telpon dari keluarga gue, gue yakin sih pertanyaannya adalah pertanyaan-pertanyaan sederhana, kayak :

"Udah pulang belum kamu?"

"Udah makan belum kamu?"

Ya, pertanyaannya engga akan jauh dari dua pertanyaan diatas. Sebenarnya simpel kan jadi gue pasti selalu angkat. Kenapa sih alasannya? Bisa jadi mereka lagi kangen gue, makanya mereka nelpon gue. Dan gue yakin sih hal itu mereka lakukan karena mereka sayang sama gue, mereka ingin memastikan gue baik-baik saja. Nah, sebagai anak yang mencoba jadi lebih baik gue engga mau membuat mereka khawatir (kecuali pas naik gunung engga izin dulu, tapi itu dulu yah).

Gue rasa engga ada alasan buat nolak panggilan dari orang-orang terdekat kita. Setidaknya jika kita sedang sibuk, gue saran sih jangan sampai ditolak. Kenapa sih? Secara psikologi manusia itu kayak sensitif dengan penolakan. Lebih baik lo angkat dulu terus bilang misalnya lagi meeting atau lagi sibuk jadi nanti akan telpon balik.

Mungkin receh banget sih yah, tapi coba pikirin deh misalnya keluarga kita kecewa sama kita gara-gara engga punya waktu bahkan untuk nelpon beberapa menit. Inget bro, kita sampai dititik kesuksesan saat ini karena dukungan dari mereka. Nah, sekarang lo punya alibi karena sibuk dan malah menolak atau mendiamkan panggilan dari mereka. Coba deh sekali-kali lo bangun malam, terus merenung. Salah engga sih apa yang udah lo lakukan?

Ini sih hal sederhana yang mungkin luput dari perhatian orang-orang. Tapi percayalah orang-orang sangat sensitif dengan penolakannya, makanya sebisa mungkin untuk engga menolak panggilan. Lo lebih takut dimarahin sama bos lo daripada orangtua atau pasangan lo kecewa? Coba deh mikir dulu beberapa detik. Kalau gue sih engga yah. Orang-orang terdekat lo mungkin engga butuh waktu sampek berjam-jam kayak lo kumpul-kumpul sama temen-temen lo itu, tapi percayalah mereka hanya ingin memastikan lo baik-baik aja.

Nah, gitu aja sih bro. Gue harap tulisan sederhana gue ini bisa jadi pencerah bagi kalian semua. Ya meskipun receh sih haha.