Gimana sih cara bikin CV yang 'Baik' ? Bagian 1.

Sumber Gambar : https://landlordnews.co.uk/there-is-a-mess-in-my-head-picture-of-confused-handsome-young-man-holding-hand-on-chin-and-thinking-while-standing-against-cloud-chalk-drawing-on-blackboard/
Lama tak jumpa akhirnya gue kembali ke blog ini dengan susah payah setelah ngumpulin mood. Kenapa sih jarang nulis diblog? Alasannya memang kerjaan gue lagi overload banget jadi nyampe kosan kayak udah pengen istirahat aja gitu tidur karena besoknya kan kerja lagi. Nah, mumpung agak longgar dan engga males kali ini gue bakal sedikit ngeshare tentang gimana sih bikin CV yang 'baik'? Oya, perlu diingat yah ini bukan standar khusus melainkan gue belajar dari pengalaman gue dulu pas jadi pencari kerja sama pas pernah megang dibagian rekrutmen pas observasi dulu. So, langsung simak aja ya :)

Tadi malam sekitar pukul 00.40 gue dapet WA dari nomor yang engga gue kenal. Lalu, gue lihat tuh potonya dan ternyata dia adalah adek kelas gue. Intinya dia nanya "Kak, gimana sih cara bikin CV yang menarik?". Sebenarnya gue udah sering banget sharing soal ini, ada di kompasiana, di IDNTimes bahkah kalau di instastory tapi engga apa-apa deh gue bakal sharing lagi apa yang gue tahu meski sedikit. 

Berikut tips yang bisa gue bagi buat kalian : 

Konsep CV lo!

Kenapa perlu dikonsep? Karena engga semua hal bisa lo masukin ke dalam CV lo. Gue pernah baca CV yang semuanya dimasukkin bahkan prestasi dia dari zaman SD. Alhasil CV nya over halaman dengan konten yang engga penting untuk dijual. Nah, gue saranin sebelum bikin CV coba dikonsep dulu mau bikin CV kayak apa. 

Apa aja yang bakal lo masukkin ke dalam CV lo? Corat-coret aja dikertas dulu sebelum didesain.
Buat Kolom Identitas itu Penting!
Buat kalian yang masih pake alamat yang singkat di CV mending buruan deh segera dilengkapi. Maksud gue ketik sih alamat yang lengkap jangan cuma nulis, - Jakarta Pusat-, lah Jakarta Pusat itu luas lo tinggal dimana. Gitu maksudnya. Effort dikit untuk ngetik kan engga masalah apalagi menyangkut identitas lo.

Pasang Poto yang Formal dan Rapi!
Keluarin dikit duit untuk poto di studio engga masalah kan ya? Coba deh poto formal di studio untuk poto CV kalian. Percaya deh engga bakal nyampe 100 ribu. Lagipula kan bisa lo pake juga nanti itu poto.

Jangan Memasukkan Hal yang Engga Penting!
Plis jangan masukkin hobi lo di CV karena itu engga penting sama sekali (menurut gue yah). Ada baiknya sebelum lo bikin CV lo tentuin dulu lowongan pekerjaan apa yang ingin lo apply biar lo bisa mengonsep kira-kira apa aja yang perlu dimasukkan. Maksud gue ketika lo apply itu lowongan pekerjaan pemerhati satwa liar gue rasa keterampilan lo yang bisa nari ballet engga perlu dicantumin. Gitu analoginya. Nangkep kan?

Apply Lowongan Pekerjaan Sesuai dengan Requirements yang Diminta
Gue pernah denger kalimat, "Apply aja dulu kan rezeki engga kemana". Oke gue perlu lurusin kalimat tersebut. Jadi gini kawan-kawan, menurut kalian ketika ada requirements yang diminta untuk jurusan kehutanan (udah fix banget ada dibrosur misalnya) dan lo yang sarjana teknik coba-coba apply, nah udah jelas lo engga bakal dipanggil. Wong mereka nyari sarjana kehutanan kok lo yang sarjana teknik malah ngelamar. Beda konteksnya ketika requirementsnya all major yah. Baca baik baik lowongan pekerjaannya.
 

(Bersambung yah) 

Negeri Dalam Sebuah Botol



            
Sumber gambar : https://www.amazon.com/Bormioli-Rocco-Stopper-Bottles-Beverages/dp/B01CUJQTPI
            “Piere, tangkap bolanya!” kata Yas.
            “Baiklah aku akan menangkapnya,” kata Piere.
            Bola pun terbang dan Piere mengejarnya dengan sangat cepat. Sebuah mesin berbentuk telapak kaki membuat Piere dengan cepat dapat menangkap bolanya meskipun bola ditendang jauh ke atas. Piere bisa terbang.
Selamat datang ditahun 3018. Tahun di mana tiada lagi ditemukan hamparan padi yang luas ataupun ikan yang berenang di lautan. Tahun di mana manusia tidak lagi membutuhkan kaki untuk berjalan melakukan aktivitasnya. Sebab, teknologi sudah sangat canggih untuk menyokong kehidupan manusia ditahun tersebut.
            Ditahun tersebut, dunia tidak lagi membutuhkan sawah untuk menanam padi maupun laut untuk memancing ikan. Sebab, makanan mereka hanyalah sebuah kapsul-kapsul yang dibuat dengan rentang waktu tertentu. Mereka yang memiliki banyak uang, tentu akan membeli kapsul yang dapat menahan lapar sampai 1 tahun. Sedangkan, mereka yang tidak memiliki banyak uang akan membeli kapsul seadanya setelah itu mereka akan menahan lapar.
            “Aku lelah,” kata Yas.
            “Baiklah, kita akan main lagi kan besok?” tanya Piere.
            “Tidak, Piere.”
            “Kenapa?”
            “Besok aku akan pergi ke Amaya.”
            Amaya adalah sebuah tempat di mana anak-anak yang memiliki banyak uang disekolahkan oleh orangtua mereka. Di Amaya, anak-anak akan diajari bagaimana membuat teknologi-teknologi canggih untuk kemaslahatan ummat manusia.
            Piere menundukkan kepalanya. Dia merasa sedikit kecewa, sebab dia tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke Amaya. Untuk pergi ke Amaya, setiap keluarga harus masuk dalam kategori 3. Artinya, keuangan keluarga berada digaris rata-rata.
            “Baiklah, aku harus segera pulang,” kata Piere.
            Rumah ditahun 3018 hanya memiliki satu bentuk, yakni seperti sebuah botol. Setiap keluarga memang sudah memiliki rumah tetapi rumah yang mereka miliki sangat berbeda-beda. Rumah Yas luas dan sangat tinggi, sedangkan rumah Piere hanya 1/5 dari luas rumah Yas. Setiap rumah sudah memiliki jatah untuk mendapatkan sinar matahari setiap harinya, namun itu pun tergantung dari luas rumah yang mereka miliki.
            Tak lama kemudian Piere sampai di rumahnya. Dengan perasaan yang sedikit kecewa terhadap orangtuanya, dia menemui sang Ayah yang sedang duduk di ruang tamu. Sang Ayah menangkap kesedihan Piere.
            “Kemarilah, Nak,” kata sang Ayah.
            “Ayah, mengapa rumah kita sangat kecil? Mengapa cahaya yang kita dapatkan terbatas? Dan, mengapa Ayah tidak memiliki banyak harta untuk menyekolahkanku ke Amaya?” tanya Piere membuat sang Ayah memeluknya.
            “Kalau bisa ayah mengubahnya, pasti akan ayah ubah, Nak,” kata sang Ayah.
            “Kenapa ayah tidak bisa mengubahnya? Aku akan bantu ayah untuk merenovasi rumah kita,”kata Piere sedikit berbinar.
            “Tidak sayang. Rumah ini adalah pemberian nenek moyang kita. Kita tidak diperbolehkan untuk mengubah apapun yang sudah ada. Kita hanya bisa merawatnya.”
            “Tapi, kenapa nenek moyang kita mewariskan rumah yang kecil ini kepadaku ayah?”
            “Sudahlah, Nak. Ayah dapat 1 kapsul hari ini, kamu bagi dua dengan Ibu ya.”
            “Lalu, ayah?” tanya Piere.
            “Ayah masih kuat menahan lapar,” kata sang Ayah sambil memegang pundak anaknya mengisyaratkan ketegaran.
            Piere kecil segera menghampiri Ibunya yang berada di kamar. Dia melihat ibunya sedang terbaring lemas tak berdaya karena sudah sakit selama berbulan-bulan.
            “Bu, ayo makan kapsul ini,” kata Piere. 

“Kamu sudah makan?” tanya Ibunya.
            “Sudah, tadi aku sudah makan 1 di ruang tamu bersama Ayah,” kata Piere berbohong.
            Baginya, kesehatan sang Ibu sangatlah penting. Sehingga, ketika sang Ayah memintanya untuk membagi dua kapsul tersebut, Piere memberikan semuanya kepada sang Ibu. Setelah memberikan kapsul kepada sang Ibu, Piere segera pergi menuju kamarnya. Di kamar Piere merenung dan tanpa sadar dia meneteskan airmata. Dia begitu kesal kepada nenek moyangnya. Piere ingin bertemu dengan nenek moyangnya dan memberitahu apa yang terjadi akibat ulah mereka.
            “Kenapa hidupku harus menderita seperti ini?” tanya Piere dalam hati.