Anyway, Life Goes On

Sumber : google.com
Sedih?
Bingung?
Marah?
Kecewa?
Beban hidup berat?
Kerjaan numpuk?
Sakit hati?

Seorang teman sering cerita kalau dia lagi sedih gara-gara belum bisa nabung banyak padahal mau nikah April tahun depan. Katanya, kalau nabung sebulan 1 juta pasti engga bakal nutupin biaya buat resepsi. Alhasil dia sedih sendiri pusing, bingung, marah sama diri sendiri karena sejak awal engga nabung buat nikah.

Lalu, seorang teman juga cerita kalau sedang kecewa sama bos nya karena dia engga jadi naik jabatan. Dia kecewa, sakith hati, karena kawannya yang baru satu tahun kerja udah naik sedangkan dia udah tiga tahun engga jadi naik jabatan.

Seorang teman juga bercerita kalau kerjaannya numpuk, beban hidupnya makin berat karena harus membagi uang antara buat jajan dan bayar cicilan. Alhasil dia kelabakan gimana cara ngatur uang, bingung, sedih, campur aduk jadi satu.

Tapi teman-teman, dengan kondisi seperti itu haruskah kita diam terus-terusan? Melamun engga karuan mikirin hal-hal yang belum kejadian, jadi worry, insecure?

Aku pernah kayak gini dan sekarang sadar bahwa hal itu engga guna. Seperti yang aku bilang di postingan sebelumnya soal kejenuhan, kalau kita capek atau jenuh yang pertama dilakukan adalah menerima hal itu.

Nah, setelah menerima hal itu tidak serta merta harus langsung diam bingung engga karuan yah. Mungkin ketika kamu melamun, teman kamu sedang berjualan es krim dan bisnisnya laku keras terus dia bisa melanjutkan S-2 dengan biaya sendiri.

Disaat kamu diam melamun seharian, ada teman kamu yang ikutan acara sosial tentang bahaya merokok dan bisa menginspirasi ratusan orang untuk berhenti merokok. Atau yang lebih ajaib, ketika kamu melamun dikamar malas-malasan ada teman kamu yang lagi konferensi pers karena novelnya jadi best seller nasional.

Teman-teman, sedih boleh, kecewa boleh, marah boleh tapi life must go on loh. Kalau kamu cuma diam mikir engga karuan tanpa ada gerakan, jelas kamu akan jauh ketinggalan dari teman-teman kamu. Ketika kamu tidak tidur semalaman karena berpikir terus-terusan lalu bangun kesiangan, teman-temanmu mungkin sedang bekerja part time untuk nambah tabungan nikah.

Jangan khawatir, aku pun pernah merasakannya but life must go on guys. Terlalu banyak mikir tanpa aksi pun sama aja bohong karena engga ada yang kita lakukan. Bangun pagi itu wajib loh guys, aura pagi hari itu bagus banget untuk dongkrak semangat.

Jadi, coba mulai ambil satu lembar kertas dan apa yang akan kalian lakukan. Jangan bicara satu tahun ke depan, coba aja bikin list untuk seminggu ke depan. Jika kamu sudah mulai konsisten mengerjakannya, maka mulailah dengan impian-impian brilian yang ingin kamu wujudkan.

Coba buat project planner untuk menjaga agar projek kamu tetap dikoridor yang benar. Biar ketika melenceng dikit, bisa kamu arahin ke jalan yang benar.

Silahka dicoba yah.

Hayam Wuruk, Jakarta Pusat
24 September 2017

Salam,

Via

Take a Risk, Gerak dari Zona Nyaman. Sekarang!

Sumber : google.com
Dulu, aku biasa nulis yang temanya sosial dan politik. Aku merasa dengan menulis tema itu, aku nyaman dan itulah kelebihanku (saat itu). Lalu, suatu ketika karena aku sering membaca tulisan orang-orang baik di blog ataupun di media cetak, aku punya ide terhadap diriku sendiri,

"Gimana kalau nulis hal-hal yang ringan dan targetnya remaja dewasa?"

Awalnya, aduh udah banyak sih yang nulis begitu. Pasarannya juga pasti makin sempit sekarang, tapi setelah dipikir-pikir, engga ada salahnya nyoba.

Akhirnya, aku coba buat nulis-nulis iseng yang temanya remaja dewasa, ya soal hubungan sih kebanyakan. Eh ternyata, tulisanku diterima oleh pembca dan mendapatkan antusias yang lumayan (ini aku lihat dari tingkat share tulisanku di media online).

Setelah itu, semacam jadi candu aku coba belajar tentang tulisan-tulisan ringan itu dan ternyata mempunyai ritme sendiri. Aku menciptakan tulisan-tulisan ringan yang bisa selesai dalam sekali baca.

Mungkin hal ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita loh. Take a risk itu engga masalah, soal hasilnya nanti itu urusan belakangan.

Kenapa sih harus segera gerak dari zona nyaman? Karena secara naluri kita semua butuh itu. Kalau kalian nyaman dengan kerjaan sekarang, cobalah take risk dengan menerima tanggung jawab yang lebih biar ada gregetnya.

Kita engga akan tahu hasilnya kayak gimana sebelum kita coba. Jadi, ya coba. Yuk bareng gerak dari zona nyaman. Bukan engga suka kenyamanan, hanya saja hidup kan singkat yah cuma sekali, jadi kalau cuma dihabisin dengan satu hal saja, rasanya sayang banget.

Yuk, take a risk engga masalah. Sesuatu yang baru demi kebaikan dalam hidup itu jauh lebih penting. Cobalah sesuatu yang baru, tentunya yang bikin kamu nyaman yah.

Jangan takut deh. Yuk gerak!

Hayam Wuruk, Jakarta Pusat
24 September 2017

Salam,

Saya

Jenuh itu Biasa, Terima Aja Dulu

Sumber : google.com

Tulisan ini aku tulis pas udah lagi bener, semoga aja emang terus bener engga konslet-konslet lagi. Kali ini aku pengen bahas tentang satu kata, 'JENUH' cuman aku garis bawahi dulu yah, ini jenuh dalam konteks kerjaan, mungkin akan berbeda pembahasannya jika bicara soal jenuh yang lain.

Here the story, guys :)

Beberapa temanku selalu cerita tentang kenejuhan mereka ketika bekerja, kerjaan yang numpuk engga berhenti-berhenti, tekanan dari bos yang kadang engga mau terima kesulitannya pokoknya tahu beresnya aja, rutinitas tiap pagi pergi harus balik jam 10 malam karena lembur, dan kejenuhan-kejenuhan lainnya.

Aku pun sama mengalami kejenuhan secara periodik, ini sangat parah sih kalau menurutku karena dalam sebulan aku pasti mengalami kejenuhan ini.

Aku suka sama pekerjaan saat ini?
Jawabanku : suka banget.

Apakah ada pressure yang tinggi dalam kerjaanku saat ini?
Jawabanku : biasa aja. semuanya bisa ku handle dengan baik.

Ini bukan sombong yah, tapi memang begitulah keadaannya.

Aku butuh tantangan lagi?
Jawabanku : boleh dan emang mau banget sih.

Kenapa sih?
Jawabannya : biar aku terus belajar, engga stagnan di zona nyaman. karena bagi orang sepertiku kelamaan ada di zona nyaman bener-bener nguras tenaga yang engga jelas, aku pengen hal yang lebih 'asyik'.

Sekali lagi Tuhan, ini sama sekali bukan menantang. Tapi aku ingin belajar hal baru, belajar banyak hal, dan benar-benar bergerak dari zona nyaman yang selama ini memberi benteng terhadapku.

Sayangnya, saat ini aku tidak bisa melakukan apa-apa. Maksudku, ya kerjaannya memang seperti ini. Jadi apa yang aku lakukan?

Setelah berpikir berhari-hari, akhirnya aku memutuskan untuk terima aja dulu. Jalani aja dulu, sambil beberapa kali mengisi kejenuhanku dengan menulis diblog atau menyelesaikan novel.

Jadi kalau jenuh apa yang aku lakukan?
Jawabanku : terima aja dulu, terus minum kopi dan mulai buat nulis.

Kalau jenuh melanda, kamu cukup terima aja dulu keadaannya. Serius ini, kecuali kamu memiliki power untuk merubah itu semua.

Jenuh wajar gak sih?
Wajar banget, kita kan manusia. Kalau lama-lama melakukan hal yang sama pasti datang tuh si jenuh, cuma kan kadang kalau dipikir-pikir tugas kita itu menjalani. Iya engga?

Aku nulis ini juga karena beberapa hari ini benar-benar jenuh dan nothing to do. Ya wajarlah karena memang aku ingin sekali sesuatu yang menantang dalam kerjaan.

Gitu aja sih.

Hayam Wuruk, Jakarta Pusat
24 September 2017

Salam,

Via

Jika Membenci Sapi, Jangan Turut Membenci Kera

Sumber : google.com

Suatu hari ada seorang karyawan yang dimarahi bos-nya, lalu setelah dimarahi diruangan sang bos si karyawan masuk ke ruangan kerjanya dan ketika ada orang lain yang bertanya kepada dia, dia malah marah-marah tidak jelas.

Suatu hari ada pengendara motor yang ditabrak tidak sengaja oleh sebuah mobil dari belakang, si pengendara motor marah, sayangnya si pengendara motor harus ikhlas karena mobil yang tadi menabrakanya melarikan diri, alhasil si pengendara motor malah marah-marah ke pengendara motor lainnya.

Suatu hari, seorang perempuan bertengkar dengan kekasihnya, lalu dia tidak bisa marah kepada kekasihnya karena sang kekasih harus segera pergi bekerja, alhasil si perempuan malah marah-marah ke security di depan kantornya dan juga tukang sayur yang biasa lewat depan kosanya.

'Jika membenci sapi, jangan turut membenci kera'

Kenapa?

Secara sederhana, aku akan mengatakan, 'Jika gentle marah pada sapi, marahlah pada sapi'. Simpel kan? Sayangnya kebanyak dari kita tidak melakukan itu dan malah memarahi siapa saja yang waktu itu lewat dan menjadi bulan-bulanan kekesalan kita yang notabene kita bukan marah pada mereka.

Hal ini memang lucu sekaligus buat geli. Kasian sekali si kera jadi bulan-bulanan kelakuan si sapi.

Jadi harus kayak gimana?
Secara gentle ya kalau marah sama sapi, marahlah pada sapi. Jika tidak berani memarahi sapi, jangan marah kepada yang selain sapi. Karena mereka tidak tahu menahu urusanmu pada si sapi.

Tapi kalau bisa, sudahlah jangan membenci si sapi.

Jakarta, 24 September 2017
Hayam Wuruk, Jakarta Pusat

Not Everyone Likes Me, but Not Everyone Matters

Sumber gambar : google.com

Aku pernah punya pernyataan seperti ini,

"Ya selagi engga nyakitin orang, engga bikin masalah hidup bakal aman"

Sayangnya, engga nyakitin orang dan engga bikin masalah pun ternyata masih ada yang bakal engga suka sama kita. Mungkin kamu bakal mengamati respon si A terhadap kamu dan teman kamu misalnya. Ketika kamu lempar pernyataan di wasap, si A sama sekali tidak merespon kamu, dan ketika teman kamu yang lempar pernyataan ternyata si A sangat respon sekali. Kamu pernah mikir engga kalau ada yang salah?

Bagi sebagian orang yang bodo amat mungkin ini hal simpel dan engga guna buat dibahas. Tapi terkadang buat orang yang seperti ini yang emang jujur takut nyakitin orang hal simpel kayak gini jadi bahan pikiran juga. Why? Ya, ada apa masalahnya yah sama aku?

Aku pernah baca quotes, "Not everyone likes me, but not everyone matters". Aku setuju banget dengan kalimat ini. Segimanapun baiknya kita sama orang-orang bakal ada yang engga suka, bakal ada yang benci, ya metodenya banyak deh yang mereka buat untuk mempertujukkan ketidaksukaan mereka terhadap kita. Tapi jangan khawatir, kadang anggap mereka engga guna itu juga penting.

Terganggu? Pasti. Sekarang coba tarik nafas dalam-dalam dan katakan 'bodo amat'. Udah? 

Intinya, jangan sampai fokus kamu untuk melakukan kebaikan bagi orang-orang dihancurkan sama segelintir orang yang menganggap punya masalah sama kamu padahal kamu engga punya masalah sama mereka. Kalau sudah kayak gini, tahu kan siapa yang salah?

Ya, mereka.

Jakarta, 21 September 2017

Jangan Mau Dibungkam, Bicaralah Demi Indonesia



Sumber  : https://bisamandiri.com/blog/2014/09/3-metode-membantu-anak-cerebral-palsy-belajar-bicara/

“Wah, baru tiga bulan jadi kepala desa sudah punya dua mobil baru, rumahnya direnovasi habis-habisan, kebunnya dibenteng tinggi. “

“Wah, baru saja 6 bulan jadi Bupati sudah punya peternakan sapi dikampung .”

“Wah baru saja satu tahun jadi Gubernur, sudah punya kolam renang dipusat kota.”

            Tidak akan maju sebuah negara jika banyak para pejabat negara yang korupsi di dalamnya. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan nyatanya masih saja masuk ke kantong pribadi. Jangankan bicara skala global, mungkin masih banyak dari kita yang mengurusi kepindahan rumah dan pembuatan KTP yang dimintai uang tambahan. Jika tidak memberikan uang tambahan maka proses akan lama, hal ini menjadi celah bagi orang-orang zaman sekarang yang tidak mau ribet dengan urusan seperti itu. 

            Hasil survey Global Corruption Barometer (GCB) yang dilakukan di Indonesia selama kurun waktu 26 April sampai 27 Juni 2016 terhadap 1000 responden yang tersebar di 31 provinsi menyatakan bahwa korupsi masih terjadi disektor layanan publik yang diselenggarakan negara ( http://www.ti.or.id/index.php/press-release/2017/03/07/global-corruption-barometer-2017-indonesia.) Tingkat korupsi dilembaga legislatif kembali menjadi sorotan publik setelah konsisten selama tiga tahun berturut-turut menjadi lembaga dengan tingkat korupsi yang masih tinggi. 
            Transparency Internasional membuat sebuah indicator yang digunakan dalam menilai suatu negara dan kasus korupsi yang ada didalamnya. Skala yang digunakan adalah dengan skor 1-100, dimana semakin besar skor yang didapat, semakin besar pula kemungkinan negara tersebut bersih dari kasus korupsi (http://bisnis.liputan6.com/read/2836949/daftar-negara-paling-korup-se-asia-pasifik-ri-nomor-berapa). Indonesia sendiri berada diposisi 90 dari 176 negara yang disurvey dengan skor 37.

Sumber : https://luarotak.wordpress.com/2017/01/30/peringkat-korupsi-indonesia-di-dunia-2017/

            Jika negara kita masih menjadi lahan empuk bagi para pelaku korupsi, kapan kita akan maju sebagai sebuah negara yang besar? Jangan berharap menjadi macan asia sedangkan dari Gubernur sampai Kepala Desa masih leluasa melakukan korupsi. Akibat korupsi, jutaan masyarakat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan. Banyak orang mengatakan bahwa ‘korupsi sudah mendarah daging di negeri ini’. Sebuah kalimat yang secara tidak sadar membuat citra Indonesia buruk dimata Internasional. 
            Kita tidak asing dengan kasus kematian Johanes Marliem. Beliau adalah saksi kunci dari kasus korupsi E-KTP, sayangnya sebelum membeberkan kesaksiannya kepada Pengadilan, publik Indonesia dibuat gempar dengan ditemukannya Johanes Marliem dalam keadaan tewas bunuh diri. Berbagai spekulasi datang termasuk kabar bahwa Johanes Marliem merasa khawatir dengan statusnya sebagai saksi kasus mega korupsi tersebar dimana-mana. Selain kasus Johanes Marliem, kasus yang menimpa whistle blower di Indonesia dialami oleh aktivis anti korupsi di Palembang. Beliau terkena lemparan aair keras setelah menggelar aksi dugaan korupsi Dana Bansos di depan gedung KPK (http://kabar24.bisnis.com/read/20170302/16/633439/javascript).

Sumber gambar : http://www.portal-islam.id/2017/08/jurnalisme-kpk-kematian-saksi-kunci.html
            Melihat banyaknya ancaman yang diterima oleh para whistleblower menyebabkan banyak masyarakat yang sebenarnya tahu mengenai sebuah kasus korupsi memilih untuk diam dan tidak banyak bicara. Masalahnya, jika dia berani menyuarakan suaranya mengenai kasus korupsi tidak hanya nyawanya saja yang terancam tetapi juga nyawa keluarganya. Hal ini menjadi salah satu penghambat lambatnya penanganan kasus korupsi. 
            Sebenarnya di Indonesia ada sebuah lembaga yang melindungi para whistleblower. Lembaga tersebut adalah Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK merupakan lembaga mandiri yang bertanggung jawab memberikan bantuan perlindungan terhadap saksi atau korban sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, LPSK juga berkewajiban menyiapkan, menentukan dan memberikan informasi yang bersangkutan kepada publik. (https://www.lpsk.go.id/statis/info_publik/tentang).
            Jadi sebenarnya, masyarakat Indonesia tidak perlu takut jika akan melaporkan sebuah tindakan korupsi yang dilakukan  para pejabat karena LPSK akan melindungi kita sebagai saksi. Jadi, marilah bicara. Jika tidak ada yang berani bersuara, bagaimana negeri ini akan terbebas dari kasus korupsi? Mulailah untuk berani bicara. Ini bukan untuk Indonesia hari ini tetapi untuk kelangsungan kehidupan anak cucu kita kelak. Jika menemukan keganjalan, baik kasus korupsi atau pun kejahatan lainnya, segeralah bicara. Jangan mau dibungkam oleh ancaman yang datang. Segeralah bicara, demi Indonesia.

Kenapa Engga Boleh Jutek? Dan Kenapa Harus Ramah?

Sumber gambar : google.com

Oya, sebelum lanjut nulis. Aku mau bilang ini adalah pendapatku sendiri. Jika ada yang setuju itu wajar, dan jika mau diskusi boleh banget kok :)

Di dekat kosan, ada tukang batagor Bapak dan Anak. Mereka berdua terbiasa berdagang dengan menggunakan kopiah, namun, yang ingin aku garis bawahi bukanlah kopiah mereka, tetapi bagaimana cara mereka dalam melayani pelanggan.

Setiap kali memesan batagor, mereka selalu tersenyum menyambut pembeli. Intinya mereka ramah banget. Secara naluri, aku pasti langsung refleks bilang,

"Ramah banget. Semoga dagangannya laku."

Hal yang berbeda bisa ternyata secara refleks aku lakukan pada penjual yang tidak ramah alias jutek. Lalu refleks dalam hati bilang,

"Yaelah engga ada ramahnya sama sekali"

Kenapa engga boleh jutek? Aku sih berpendapat karena kalau kamu jutek kamu bisa didoain jelek sama orang lain. Selain itu, kamu juga kemungkinan besar akan dibenci banyak orang. Jadi, bagi kamu yang masih suka ngerasa jutek sama orang lain, mending ubah dari sekarang. Oya, ini untuk kasus pergaulan yah. Mungkin akan ada kasus lain dimana kamu harus jutek juga.

Kenapa harus ramah? Orang ramah biasanya disenengin banyak orang dan ujung-ujungnya akan didoain baik-baik sama orang. Duh, didoain sama orang lain itu senengnya luar biasa tahu. Apalagi orang awam yang baru kita kenal, entah tulus atau engga tapi ini adalah sebuah kebaikan loh.

Contoh lainnya, ketika aku order Go-Jek. Meskipun keseringan ketemunya sama driver yang ramah-ramah, aku juga pernah nemuin driver yang engga ramah dan marah-marah.

Ketemu driver yang ramah bawaannya pengen doain kan? Atau kalau lagi ada rezeki lebih biasanya akan kita kasih tips dan ridho banget ngasihnya. Tapi, gimana kalau ketemu driver yang engga sabaran dan ngomel-ngomel? Wuh, pasti kesel banget kan. Mau ngasih bintang satu kasian karena dia lagi cari uang.

Jadi, udah tahu kan alasannya kenapa harus ramah?

Simpelnya biar banyak yang doain.

Jakarta, 19 September 2017

Hai Jobseeker, Perhatikan Tips Ini Biar HRD Tertarik Panggil Kamu.


Sumber gambar : google.com
Masa-masa jadi jobseeker alias pencari kerja emang masa-masa yang menyebalkan. Why? Udah bikin CV dibagus-bagusin, dikirim kesana kemari, baik itu lewat email ataupun lewat pos tapi belum juga ada perusahaan yang manggil. Setiap hari tungguin telpon, tapi tak kunjung juga dapat undangan untuk interview. Sementara orangtua dirumah udah teriak-teriak dan cemas karena anaknya yang sarjana belum dapat kerja. Dan itu akan membuat kamu semakin stress dan menganggap diri menjadi orang yang mengenaskan di muka bumi. Ya gak? 

So, buat kamu yang sekarang jadi jobseeker, yang harus antri-antri untuk masuk job fair tapi tak kunjung dapat panggilan, perhatikan deh beberapa tips dibawah ini agar HRD perusahaan tertarik ingin mewawancarai kamu. 

1. Buat CV yang menarik, tapi tidak berlebihan
Sebelum kamu melamar pekerjaan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat CV. Apa sih CV itu? Menurut Wikipedia, Curiculum Vitae adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman seseorang dan kualifikasi lainnya. Singkatnya, CV adalah gerbang awal dimana para perekrut menilai kamu. Maka dari itu, sebagai Jobseeker kamu harus benar-benar memperhatikan CV yang akan kamu kirim. 

Mungkin untuk lowongan pekerjaan seperti seorang Creative, kreatifitas dalam pembuatan CV akan diperhitungkan, maka tidak heran jika ini menjadi salah satu dari bagian penilaian awal atau Screening CV. Tapi, bagi kamu yang ingin melamar pekerjaan yang general, hindari untuk membuat CV yang dibubuhi warna-warna cerah yang sebenarnya mengganggu penglihatan perekrut. Mungkin kamu berniat untuk menunjukkan effort dalam membuat CV, tapi jika CV kamu malah terlihat norak, siapa yang rugi? Buatlah CV yang elegan yang isinya dapat menjual diri kamu kepada para perekrut. 



2. Jangan Memasukkan Semua Hal ke Dalam CV
Jangan memasukkan semua hal ke dalam CV. CV yang berlembar-lembar bukan berarti CV yang bagus jika isinya hanya informasi-informasi yang sebenarnya tidak penting. Seperti, kamu menuliskan hobi kamu dari mulai travelling, menulis, sampai makan tetapi isi yang diharapkan ada dalam CV malah tidak ada. Hal itu tidak akan menjadi daya Tarik bagi perekrut untuk merekrut kamu. Contoh lainnya adalah ketika kamu memasukkna semua pengalaman organisasi, dari mulai Himpunan Mahasiswa sampai Ketua Pelaksana Perlombaan Kelereng di Perumahan. Mungkin untuk pengalaman organisasi di Himpunan Mahasiswa bisa menolong kamu, tapi jika kamu memasukkan Ketua Pelaksana Lomba Kelereng hal itu tidak sama sekali membantu kamu. 

Usahakan masukkan konten yang penting dan mempunyai hubungan dengan jabatan yang akan kamu lamar. Tidak masalah kamu mengedit beberapa kali CV untuk mengubah hal tersebut. Misalnya ketika kamu akan melamar pekerjaan di bidang Akuntansi, maka prestasi seperti Juara Olimpiade Akuntansi misalnya boleh sekali untuk dimasukkan kedalam CV karena akan menjadi nilai lebih bagi kamu. 


3. Baca dan maknai requirement dari lowongan pekerjaan
Setelah membuat CV yang baik, tentunya kamu akan mencari lowongan pekerjaan. Baik itu di internet, koran, atau grup di media social. Nah, hal pertama yang harus kamu lakukana adalah perhatikan requirement dari lowongan tersebut. Seperti, jurusan apa, usia, jenis kelamin, dan lain-lain. Jangan sampai ketika lowongan pekerjaan mencari lulusan Akuntasi, kamu yang jurusan Sejarah nekat untuk melamar, karena sama sekali lamaran kamu tidak akan diliat. Lain halnya ketika sebuah pekerjaan mencari dari semua jurusan, nah itu tidak akan jadi masalah. Tidak ada istilah untung-untungan, karena perusahaan tidak akan mau ambil resiko memperkerjakan orang yang tidak sesuai dengan requirement yang diminta oleh user. 


4. Jangan kirim CV dalam format .rar
Setelah mendapatkan lowongan yang sesuai, tentunya kamu akan mengirimkan CV ke HRD Perusahaan. Di zaman yang semakin maju, sekarang sudah jarang sekali Perusahaan yang menerima lamaran kerja dalam bentuk print out. Banyak perusahaan yang lebih memilih menerima lamaran via email. Sebagai jobseeker, kamu harus memperhatikan hal detail seperti format CV yang akan kamu kirim. Masih banyak para pelamar yang mengirim CV dan dokumen lamaran lainnya dalam bentuk .rar. Halo? HRD tidak punya waktu untuk menconvert file kalian, jangan sampai CV kalian yang sudah bagus tersebut tidak jadi discreening hanya karena hal sepele seperti masalah format. Email yang masuk ke HRD tiap harinya mencapai ratusan, sehingga terkadang HRD akan memilih mereka-mereka yang mengirim lamaran dalam bentuk pdf, dan CV kamu yang format .rar tersebut terlupakan. Jangan sampai, usaha yang sudah dilakukan gagal gara-gara hal sepele ya.



5. Cover Letter di Email
Ini adalah hal tambahan saja tapi cukup penting untuk diperhatikan. Cover letter dengan surat lamaran memang tidak jauh berbeda dalam segi isi, perbedaannya kalau surat lamaran itu panjang dan dalam file pdf dikirim terpisah, maka Cover Letter adalah kalimat singkat yang dibubuhkan dibadan email sebagai informasi awal bahwa kamu mengirimkan lamaran pekerjaan ke perusahaan yang kamu lamar. Tentunya untuk dokumen-dokumen lamarannya harus kamu attachment ya.

Selain tips-tips diatas tentunya kamu harus memiliki kesabaran yang tinggi ketika melamar pekerjaan. Tak jarang, CV sudah bagus, dan posisi sudah sesuai kamu belum juga mendapatkan panggilan, bisa jadi dari segi kompetensi ada yang lebih baik dari kamu. Tapi yang harus kamu percayai adalah bahwa Tuhan tidak pernah menukar rezeki setiap orang. Setiap dari kita sudah punya porsi rezeki masing-masing. Tugas kita adalah berjuang dengan sepenuh hati dan dengan cara yang benar. Semangat!